Eks Menteri BUMN Era Soeharto Diskusi Soal Ekonomi dengan Ma'ruf Amin

Selasa, 12 Februari 2019 11:50 Reporter : Merdeka
Eks Menteri BUMN Era Soeharto Diskusi Soal Ekonomi dengan Ma'ruf Amin Tanri Abeng. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng berkunjung ke kediaman calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Keduanya membicarakan cara untuk memajukan perekonomian Indonesia secara merata dan tanpa kesenjangan. Salah satunya melalui konsep Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR).

"Ini adalah koorporatisasi dari usaha-usaha kecil menengah, koperasi dan berskala. Dan di dalam pengembangan itu, dia bisa bekerja berskala besar. Dan salah satu usaha besar itu, BUMN itu sendiri. Kalau dia berkolaborasi dan bekerjasama maka dua-duanya diuntungkan. Usaha besar mendapatkan barang baku murah dan berkualitas dan usaha kecil menengah memperoleh pasar serta dorongan dari industri yang besar," kata Tanri di jalan Situbondo, Jakarta, Selasa (12/2).

Dia mengklaim sepemikiran dengan Ma'ruf Amin soal konsep ekonomi yang berkeadilan. "Ternyata Pak Kiai sudah menulis buku, yang intinya keadilan. Keadilan itu inti dari BUMR ini. Sebenarnya tidak ada negara yang berkesinambungan dengan tanpanya keadilan itu. Maka ekonomi kita harus berkeadilan," ungkap Tanri.

Selain itu, Tanri juga memuji rencana Ma'ruf yang ingin membekali santri dengan keterampilan ekonomi.

"Santri itu sudah ada modal yang utama, yaitu mereka punya integritas, yang kita butuhkan ilmunya. Ilmunya saya berikan, integritasnya dari pesantren. Jadi kita bayangkan, kita membangun kekuatan dari integritas ke keilmuan jadi satu. Ini menjadi aset bangsa," jelas Tanri.

Dengan hadirnya BUMR, kata Tanri, kaum santri bisa dilibatkan untuk menerapkan ilmu ekonomi yang mereka dapat.

"BUMR ini dari daerah-daerah. Jadi kita butuh orang daerah. Mungkin mereka di pesantren," tukasnya.

Sementara, Ma'ruf Amin mengaku berterimakasih atas kehadiran Tanri Abeng untuk berdiskusi dengannya. Dia kembali menegaskan, konsep yang akan dibawa yaitu arus baru ekonomi Indonesia.

"Ini supaya menghilangkan disparitas-disparitas, jadi memang ide ini sudah pas betul dan kita harapkan ini menjadi program pemerintah ke depan. Siapapun yang berkuasa di negeri ini. Tapi saya dan Pak Tanri punya pikiran yang sama," tandasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber : Liputan6.com [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini