Djarot Nilai Penambahan Masa Jabatan Presiden Bisa Kembali ke Zaman Orba

Senin, 25 November 2019 14:58 Reporter : Ahda Bayhaqi
Djarot Nilai Penambahan Masa Jabatan Presiden Bisa Kembali ke Zaman Orba Djarot Saiful Hidayat. ©2017 Merdeka.com/syifa

Merdeka.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menilai penambahan masa jabatan presiden berbahaya. Menurutnya, akan berpotensi kembali seperti zaman Soeharto.

"Kalau menurut saya sih membahayakan ya. Jadi tidak produktif. Ya boleh-boleh saja. Tetapi produktif tidak? Tetap ya kalau kita tetap seperti sekarang. Dua periode. Tidak tiga periode. Kembali lagi nanti kayak Pak Harto. Pak Harto berapa kali tuh," ujar Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11).

Djarot mengatakan, penambahan masa jabatan presiden hanya sebatas wacana. Menurutnya, di MPR belum pernah dibahas sama sekali. Djarot mengaku hanya pembicaraan individu saja soal penambahan masa jabatan presiden, tidak ada pembahasan secara formal.

"Jadi belum pernah dibahas terkait penambahan masa jabatan presiden," kata dia.

1 dari 1 halaman

MPR Tak Rekomendasikan Penambahan Masa Jabatan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, secara formal MPR merekomendasikan untuk menghidupkan pokok haluan negara. Tidak ada rekomendasi penambahan masa jabatan presiden.

"Kalau amendemen terbatas itu betul-betul terbatas, hanya ingin menghadirkan pokok-pokok haluan negara. Itu yang direkomendasikan oleh MPR periode lalu. Itu saja. Yang lain-lain itu enggak ada," jelasnya. [eko]

Baca juga:
Arsul Sani Sebut Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden dari Luar MPR
Penjelasan Pakar Hukum Tata Negara Soal Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden
PDIP Tolak Usulan Jabatan Presiden Jadi 3 Periode
Istana soal Presiden Jabat 3 Periode: Negara Demokrasi Semua Pandangan Terwadahi
PPP: NasDem yang Usul Masa Jabatan Presiden Ditambah Jadi 3 Periode
Ketua MPR: Usul Jabatan Presiden Tiga Periode Belum Sampai Meja Pimpinan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini