Cerita Pedagang Cakwe Nyaleg DPRD Kota Bekasi karena Lihat Pengemis Tidur di Jalan
Merdeka.com - Sosok Nur Wahid menjadi pembeda di pemilihan umum tahun 2019 ini di Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebabnya, dia merupakan tukang cakwe yang maju menjadi calon anggota legislatif di wilayah tersebut atau DPRD Kota Bekasi 2019-2024.
Pria berusia 47 tahun ini maju melalui Partai Gerindra. Mendapatkan nomor urut 9, dia maju di daerah pemilihan 3 mencakup Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang.
"Cita-cita saya dari sekolah memang ingin jadi pemimpin," kata Nur Wahid ketika berbincang dengan merdeka.com, Selasa (5/3).
Nur Wahid ingin sekali menjadi kepala desa di kampungnya, Kebumen, Jawa Tengah. Tapi, dia justru mendapatkan peluang menjadi wakil rakyat di pemilihan umum tahun 2019.
"Sebetulnya sejak 2014, teman-teman di majelis mendorong agar maju menjadi caleg. Banyak yang nawarin seperti PKB, tapi saya belum memutuskan," ujar dia.
Nur Wahid semakin tertarik dengan politik ketika Pilkada DKI Jakarta berlangsung. Bapak dua anak ini kemudian mengamati partai nasionalis-religius. Ada tiga partai yang dia amati, yaitu PPP, PKS, dan Gerindra.
"Akhirnya saya memutuskan gabung dengan Gerindra, karena saya juga merupakan pengagum Pak Prabowo," ujar Nur Wahid yang berada di Bekasi sejak 2001 silam.
Nur Wahid kemudian 'melamar' ke Partai Gerindra Kota Bekasi pada Maret tahun lalu. Pengurus partai besutan Prabowo Subianto menerimanya dengan baik tanpa embel-embel 'mahar' untuk menjadi calon anggota legislatif.
"Kemudian saya didaftarkan, lalu masuk ke DCS (daftar caleg sementara) dan ditetapkan menjadi DCT (daftar caleg tetap)," katanya.
Nur Wahid awalnya menginginkan bertarung di daerah pemilihan Bekasi Utara sesuai dengan tempat tinggalnya. Namun, keputusan partai berbeda, dia ditempatkan di daerah pemilihan Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang.
"Saya tidak kecewa karena ini merupakan keputusan partai, saya akan berjuang membesarkan partai," ucap dia.
Jika terpilih, Nur Wahid ingin memperjuangkan rakyat kecil. Pengalamannya sebagai tukang cakwe menjadi alasan. Sebab, setiap pulang dagang malam hari, Nur Wahid mengaku sering melihat gelandangan dan pengemis tidur di pinggir jalan.
"Saya berpikir pemerintah kemana? Seharusnya mereka ditempatkan di rumah singgah, diberi pelatihan, kemudian diarahkan untuk membuka usaha," kata Nur Wahid.
Nur Wahid menampik maju menjadi calon anggota legislatif untuk mengubah nasib demi mengincar gaji sebagai anggota dewan. Sebab, menjadi pengusaha cakwe sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui usaha itu pula dia bisa membeli rumah, mobil, dan lainnya.
"Sekarang saya punya 12 cabang, kalau turunannya sudah mencapai 200 cabang di seluruh Jabodetabek," kata Nur Wahid yang menargetkan memperoleh 6.000 suara.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya