Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita di Balik Diplomasi Gowes PDIP dan PAN

Cerita di Balik Diplomasi Gowes PDIP dan PAN Sekjen PDIP dan Sekjen PAN gowes bareng. Liputan6.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menceritakan kisah di balik terjadinya gowes bareng bersama Sekjen PAN Eddy Soeparno. Hasto mengaku sampai meminta izin kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Hasto bercerita, saat reshuffle kabinet terakhir bertemu dengan Zulkifli Hasan. Dia mengaku sering berkoordinasi dengan Zulkifli dan menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Kebetulan pada saat ketua umum partai bertemu dengan bapak Presiden Jokowi sebelum reshuffle kabinet yang terakhir saya juga bertemu dengan Pak Zul. Kami sering berkoordinasi dengan pak Zulkifli Hasan selaku ketua umum PAN menyampaikan pesan-pesan beliau kepada ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto saat konferensi pers daring, Kamis (21/7).

Pada saat pertemuan di Istana Merdeka itu, Hasto meminta izin kepada Zulkifli untuk melakukan pertemuan dengan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Akhirnya terjadinya gowes bareng pada Jumat, 15 Juli lalu.

"Dan selanjutnya saya izin kepada pak Zul untuk menyampaikan pertemuan dengan Pak Sekjen PAN dan kemudian saya melaporkan kepada ibu Megawati Soekarnoputri," kata Hasto.

Hasto mengaku memang membahas hak strategis terkait konsolidasi demokrasi. Dia menuturkan, khawatir dengan praktik demokrasi yang pragmatis. Namun, tidak ada membahas kerjasama politik Pemilu 2024.

"Tapi terkait dengan kerja sama partai politik justru kami tidak berbicara dalam kerangka Pilpres 2024," sambung Hasto.

Lebih lanjut, PDIP ingin bekerjasama dengan PAN untuk penguatan kepemimpinan kader partai melalui kegiatan sekolah partai.

Hasto menegaskan, untuk urusan kerja sama Pemilu 2024 merupakan kewenangan sepenuhnya ketua umum partai.

"Berkaitan dengan kerjasama partai politik karena ranah ketua umum kami tidak membahas, dan kami menghormati apapun yang akan dilakukan oleh PAN," ujar Hasto.

"Hanya saja posisi PAN ketika berbicara dengan pak Eddy sudah berada di dalam pemerintahan. Sehingga sebagian pengusung utama pemerintahan pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin, wajar kami melakukan komunikasi politik lebih detail berkaitan dengan upaya mendukung pemerintahan Pak Jokowi tersebut," terangnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP