BPN Targetkan 65 Persen Suara Prabowo-Sandiaga di Sumatera Utara

Sabtu, 23 Februari 2019 20:33 Reporter : Yan Muhardiansyah
BPN Targetkan 65 Persen Suara Prabowo-Sandiaga di Sumatera Utara Prabowo Subianto Kampanye di Medan. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan Sumatera Utara merupakan salah satu lumbung suara. Mereka menargetkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 meraih lebih dari 65 persen suara di daerah ini.

"Sumatera Utara berdasarkan survei kita memang salah satu lumbung suaranya Pak Prabowo dan Bang sandi. Ada di angka lebih dari 65 persen, jadi memang Pak Prabowo 2 hari ini akan banyak bersilaturahim dengan berbagai etnis. Hari ini Tionghoa, besok juga teman-teman etnis lainnya, relawan kemudian swing voters," kata juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Medan, Jumat (22/2) malam.

Dahnil memaparkan, 65 persen suara itu menjadi target suara pasangan Prabowo-Sandi di Sumut. Angka itu dinilai sangat memungkinkan untuk dicapai, merujuk pada hasil survei yang mereka lakukan.

Dahnil mengakui pihaknya mendapat laporan dari tim pemenangan di Sumut mengenai adanya intimidasi yang dilakukan pihak tertentu menjelang Pilpres 2019. "Salah satu gangguan yang paling besar dari institusi tertentu di Sumatera Utara ini yang sangat keras, kemudian penggunaan aparatur negara, kemudian pemerintah daerah, dan sebagainya. Itu juga dirasakan dan dilaporkan oleh tim pemenangan di daerah ini,” ucapnya.

Meskipun ada intimidasi, BPN menganggapnya sebagai tantangan untuk bekerja lebih keras. Dahnil yakin masyarakat akan melakukan perlawanan.

"Jadi tentu kami melihat itu sebagai tantangan dan Kami yakin masyarakat itu tidak bisa diintimidasi sekarang. Walaupun ada intimidasi sekarang, kalaupun ada intimidasi itu, saya yakin siapa pun yang mengintimidasi mereka itu akan mendapat perlawanan dari masyarakat. Jadi Saya khawatir kalau kemudian intimidasi terhadap masyarakat, terhadap tim pemenangan kami di Sumatera Utara itu ada, kami yakin masih ada perlawanan balik," tegas Dahnil.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menegaskan, relawan Prabowo-Sandi rata-rata militan. Intimidasi justru tidak membuat mereka surut nyali, sebaliknya malah menjadi lebih militan dan bersemangat. Dahnil khawatir intimidasi yang terjadi dapat menicu pembangkangan sipil.

"Itu berbahaya. Saya ingin mengingatkan siapa pun di Sumatera Utara, baik itu pemerintah daerah, kemudian aparatur hukum, kepolisian, tentara untuk berlaku netral saja. Jangan sampai kemudian masyarakat itu justru melakukan pembangkangan yang lebih keras, karena masyarakat sekarang tidak bodoh lagi. Mereka tahu mana yang intimidasi mana yang bukan," imbau Dahnil. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini