Bertemu LDII, Ketum Golkar Bahas Ekspor Impor Sampai Penguatan Parlemen

Senin, 4 Februari 2019 23:43 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Bertemu LDII, Ketum Golkar Bahas Ekspor Impor Sampai Penguatan Parlemen golkar bertemu LDII. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama sejumlah pengurus DPP menyambangi markas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jalan Tentara Pelajar Nomor 28, Jakarta Selatan, Senin (4/2). Airlangga langsung disambut oleh Ketua Umum LDII Abdullah Syam.

Airlangga mengatakan, LDII merupakan organisasi Islam yang menjadi pion dakwah. Selain dakwah, LDII juga ada kegiatan keekonomian, lingkungan hidup.

"Saya senang LDII bicara ketahanan pangan, karena pak kiai lulusan IPB sehingga kalau bicara ketahanan pangan sahih," kata Airlangga.

Dalam pertemuan itu, Airlangga bersama Syam juga sempat menyinggung tentang swasembada dan ketahanan pangan. Airlangga menjelaskan, antara swasembada dengan ketahanan pangan itu beda filosofinya jauh.

Tambah Airlangga, berdasarkan pengalaman suatu negara, kesejahteraan itu yang utama kesejahteraan rakyat terkait dengan ketersediaan pangan dan harga pangan yang murah.

"Tentu itu lebih baik dibandingkan barangnya dari dalam negeri tapi harganya mahal. Tentu terkait dengan swasembada impor ekspor itu biasa saja, tapi tentu ada hal baik untuk impor dan ekspor," kata Airlangga.

Dia menambahkan, Indonesia ekspor otomotif, impor pangan. Tapi secara total lebih tinggi ekspor daripada impor, itu tujuan dari negara yang bergaul di dalam konteks global.

Artinya, lanjut dia, kita tidak perlu memaksakan komoditi per komoditi. Tapi lebih bicara mana yang jadi andalan ekspor dan mana yang diperlukan untuk kesejahteraan rakyat dan mana harus didorong pekerjaan rumah berikutnya.

"Kami apresiasi kebijakan energi sebagai pendorong kemudian terkait positif dari sosmed tentang digital ekonomi, kebetulan presiden juga melucurkan Indonesia 4.0 dimana revolusi industri 4.0 itu menjadi digdomasi global," tambah dia.

Bagi Golkar, kata dia, intinya sumber daya manusia, apa yang didorong oleh LDII, bahwa pembangunan Indonesia adalah pembangunan Sumber Daya Manusia. Kebetulan presiden sudah berikan prioritas kepada sumber daya manusia sebagai inti daripada Nawacita. Ini tentunya SDM inilah yang terampil, tangguh tapi positif, optimis.

"Golkar meluncurkan kesejahteraan negara maju di 2045. Sehingga kita sudah punya roadmap Indonesia hari ini dan juga Indonesia ke depan. Sebuah bangsa kita perlu harapan ke depan. Dan dengan demikian, Golkar mengharapkan bahwa pemerintahan kuat dikawal oleh parlemen yang kuat," jelas dia.

Airlangga sangat senang dengan pertemuan pengurus Golkar dan LDII. Dengan harapan, bisa sama-sama mengawal kerja pemerintah pimpinan Jokowi dan membangun parlemen yang lebih kuat ke depan.

"Kenapa parlemen penting, karena parlemen sumber UU, seluruh pejabat publik disumpah untuk menjalankan UU. Jika UU dihasilkan kurang berkualitas, maka turunannya ya ikut tidak berkualitas," tambah Airlangga. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini