Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ajak Milenial Berpolitik, Erick Thohir Contohkan Raffi Ahmad dan Agnes Mo

Ajak Milenial Berpolitik, Erick Thohir Contohkan Raffi Ahmad dan Agnes Mo Erick Tohir di Posko Pemenangan Bersama Jokowi-Amin. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir menyatakan kaum milenial jangan malu menyuarakan suara politiknya. Mereka pun harus berperan menyerang balik berita bohong yang berkembang di media sosial dengan data dan fakta.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi bersama sejumlah anak muda di Posko Pemenangan Bersama Jokowi-Amin, Jalan Tamblong, Kota Bandung, Minggu (20/1). Dalam acara yang berlangsung selama satu jam itu hadir pula caleg dari partai koalisi pendukung Capres nomor urut 01, seperti Nico Siahaan, Nurul Arifin, Iswara dan Kirana Larasati.

Erick mengatakan bahwa jumlah anak muda di Indonesia yang punya hak pilih itu sekitar 42 persen atau sekitar 90 juta jiwa. Namun, di satu sisi, sifat dari anak muda dalam memandang politik masih belum stabil dan cenderung bisa beralih setiap waktu.

Momentum Pemilihan Presiden yang diselenggarakan di tahun ini harus dimanfaatkan untuk menetapkan pilihan. Selain itu, anak muda harus lantang menyuarakan sikap politiknya, seperti sejumlah artis.

"Milenial dari data riset ya salah satu yang masih bisa berubah pikiran. Dan milenial itu bisa mendengar dari milenialnya sendiri. Ada figur yang tidak malu menempel ke bapak (Jokowi). Raffi Ahmad sudah (bikin) vlog, Agnes Monica yang selama ini mungkin malu-malu," terangnya.

"Banyak juga figur penting. Kita enggak boleh malu0malu. Banyak tokoh nasional yang netral gabung. Yeni Wahid contohnya di dua pemilu sebelumnya enggak men-declare (mengumumkan pilihan calon presidennya)," tambahnya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa anak muda mempunyai pean penting dalam memajukan Indonesia. Erick menganalogikannya dengan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 yang dipuji oleh berbagai negara karena kesuksesannya.

Multi event olah raga terbesar se Asia itu tidak akan bisa berjalan baik tanpa peran anak muda. Mereka terlibat dalam setiap lini pekerjaan dalam menyukseskan Asian Games, baik dari sisi kepanitiaannya maupun dari segi atletnya.

Banyak anak muda yang terlibat, ada relawan, (pengisi acara) yang nari saman semua anak SMA, atlet Indonesia yang bertanding rata-rata di bawah 30 tahun. Jadi kalau ditanya bisa anak muda bikin perubahan? Bisa! Ekonomi impact (dari Asian Games) itu Rp 42,4 triliun," terangnya.

Menurut Erick, banyak hal yang bisa dilakukan Milienial dalam bernegara. Salah satunya adalah melawan hoaks atau berita bohong. Pasalnya, hoaks sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat.

"Saya enggak mau hoaks dilawan hoaks. Tetapi informasi harus dilengkapi fakta dan data. Kalian harus menjadi ujung tombak informasi yang benar," ujarnya.

Ia pun mengajak para milenial mendukung Jokowi yang selalu optimistis dalam membangun Indonesia. "Kita harus menang karena ingin Indonesia makin maju. Kita ga mau Indonesia pesimis," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Caleg dari Golkar yang menggagas acara Temu Erick Thohir dengan Milenial Kota Bandung, Nurul Arifin mengatakan, kaum milenial harus berada di barisan terdepan melawan hoaks. Ia pun, menggelar acara ini agar Ketua TKN Capres No 1 bisa menyemangati semua milenial Bandung.

"Kaum milenial harus melawan dan menyaring semua berita bohong," kata Nurul seraya mengatakan, milenial seringkali tak dapat tempat di politik padahal milenial di Indonesia cukup banyak mencapai 42 persen.

Sementara menurut Caleg dari PDIP, Nico Siahaan, ia menaruh perhatian cukup besar pada milenial karena mereka harus dipersiapkan menjadi agen perubahan. Walaupun, saat ini tantangan yang ada luar biasa. Kemajuan teknologi pun, datang dengan berbagai permasalahannya.

"Teman-teman milenial harus jadi orang yang berbeda bukan menjadi korban. Tetapi harus paling depan melawan hoaks. Harus memerangi hoaks karena daya rusaknya luar biasa, sama dengan narkoba dan paham radikal," paparnya

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP