Mega dampingi Ahok-Djarot daftar ke KPUD. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Perkumpulan Advokat yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mendatangi Kantor Bawaslu DKI Jakarta di Sunter Agung, Jakarta Utara. Ketujuh advokat tersebut datang ke Bawaslu DKI untuk melaporkan dugaan rasis dan penghinaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menanggapi hal itu, salah satu Pimpinan Bawaslu DKI Jakarta M. Jufri mengatakan pihaknya telah menerima laporan yang diajukan oleh ACTA. Atas laporannya tersebut pihaknya akan mengadakan rapat pleno untuk membahas laporan.
"Kami akan menindaklanjuti apa yang dilaporkan. Kami akan melakukan rapat pleno untuk menentukan status pelaporan ini. Nanti juga kami akan menyampaikan penanganan kami," kata Jufri di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Danau Agung, Sunter Agung, Jakarta Utara, Selasa (27/9).
Jufri menuturkan pelaporan tindak pelanggaran dalam pemilu memiliki batas waktu 7 hari dari peristiwa pelanggaran. Laporan yang diajukan ACTA hari ini tepat 7 hari dari peristiwa yang diduga melakukan pelanggaran yakni 21 September 2016.
Meski demikian, Jufri menuturkan pelaporan terhadap Ahok masih belum bisa dipastikan akan ditangani Bawaslu. Sebab status Ahok saat ini masih sebagai bakal calon gubernur dan belum ditetapkan sebagai calon gubernur oleh KPU.
"Kan belum ada calon yang ditetapkan oleh KPU. Mereka (Ahok) juga kan belum tentu lolos karena itu juga kita dan belum memasuki masa kampanye. Jadi masih belum tahu tindak lanjutnya seperti apa. Makanya harus ada rapat pleno," jelas Jufri.
Sebelumnya, ACTA melaporkan Ahok yang meminta lawan politiknya beradu ide dan gagasan bukan hanya mengutip Surat Al-Maidah yang berisi larangan memilih pemimpin kafir.
[ian]
SMRC: PDIP Kemungkinan Gandeng Tokoh NU Jadi Cawapres di Pilpres 2024
Sekitar 7 Jam yang lalu
Survei SMRC: Simulasi Anies-AHY Teratas Kalahkan Ganjar-Airlangga dan Prabowo-Puan
Sekitar 8 Jam yang lalu
Fadli Zon Beri Saran pada Jokowi & Minta Mendag Tanggung Jawab Kasus Ekspor Minyak
Sekitar 9 Jam yang lalu
PKB akan Terus Lanjutkan Wacana Penundaan Pemilu
Sekitar 10 Jam yang lalu
UU TPKS dan Dampaknya Bagi Ketua DPR
Sekitar 10 Jam yang lalu
Ketua DPR: UU TPKS Hadiah Bagi Perempuan di Hari Kartini
Sekitar 10 Jam yang lalu
M Taufik Dicopot, Pimpinan DPRD DKI dari Demokrat Merasa Kehilangan
Sekitar 10 Jam yang lalu
SMRC: Prabowo-Puan 41% Vs Anies-AHY 37,9% di Bawah Margin of Error
Sekitar 11 Jam yang lalu
Ibas Bantu Petani Teh: Saya Paham Kita Mendapatkan Banyak Cobaan, Harga Sembako Naik
Sekitar 11 Jam yang lalu
Chemistry Prabowo-Erick di Mata Jokowi
Sekitar 12 Jam yang lalu
MK: TNI/Polri Bisa jadi PJ Kepala Daerah, Tapi Harus Mengundurkan Diri
Sekitar 13 Jam yang lalu
Pertarungan Musda Jabar Selesai, AHY Pesan Soliditas Dijaga Demi Kejayaan Demokrat
Sekitar 16 Jam yang lalu
Jelang Pemilu, Surya Paloh akan Membakar Semangat Kader NasDem di Pulau Buru
Sekitar 1 Hari yang lalu
Megawati: Presiden Tegaskan Tidak Ada Penundaan Pemilu, Kurang Apalagi?
Sekitar 1 Hari yang lalu
Rusia Ingin Jumlah Tentara Tewas dalam Perang Jadi Rahasia Negara
Sekitar 8 Jam yang lalu
Rusia Uji Coba Rudal "Tercanggih di Dunia", Apa Saja Kehebatannya?
Sekitar 9 Jam yang lalu
Menteri Keuangan Sejumlah Negara "Walk Out" dari Rapat G20 karena Kehadiran Rusia
Sekitar 12 Jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Evakuasi Ribuan Warga Sipil dari Mariupol
Sekitar 12 Jam yang lalu
Sekjen PBB Minta Bertemu Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy
Sekitar 16 Jam yang lalu
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami