Agus Yudhoyono sebut unggahan di medsos cerminkan karakter seseorang
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lisan serta tulisan, dan berani menerima segala konsekuensi segala sesuatu yang telah diunggah.
"Tentu saya mengimbau diri sendiri dan juga semuanya, agar benar-benar bertanggung jawab dalam media sosial. Karena itu bisa dibaca siapa saja. Dan sesungguhnya itu mencerminkan karakter seseorang," imbau Agus kepada seluruh pengguna media sosial di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (25/11).
Menurutnya, realitas dari dunia maya tersebut sangat sulit untuk dicegah. Namun, tergantung pribadi diri sendiri untuk dapat menyikapi dari apa yang ditimbulkan di media sosial.
"Inilah realitas media sosial, dunia maya. Memang sulit untuk mencegah satu dua orang pengguna media sosial, tiap hari ada saja kata-kata yang menyakitkan hati, bagi saya bagaimana menyikapi itu semua. Artinya inilah konsekuensi dari media sosial," papar Agus.
Seperti diketahui, Gus Mus melakukan kultwit lewat akun @gusmusgusmu soal rencana demo pendemo 2 Desember ingin melakukan salat Jumat di Jalan protokol. Gus Mus berharap, salat Jumat di jalan tidak dilakukan karena merupakan bid'ah besar.
"Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasullullah SAW baru kali ini ada bid'ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran," cuit Gus Mus pada 23 November 2016.
Cuitan itu pun direspons Pandu Wijaya lewat akun Twitternya @panduwijaya_. Dia berkata tidak pantas. Ketika hujan kritik begitu deras, bahkan diberhentikan dari tempatnya bekerja, kini Pandu memilih mengunci akunnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya