'100 Hari jabat ketum Golkar tentukan posisi Airlangga dalam percaturan politik'
Merdeka.com - Airlangga Hartarto resmi menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar hingga tahun 2019 menggantikan Setya Novanto. Mengisi jabatan prestisius, Airlangga Hartarto dinilai potensial menjadi darah baru politik nasional.
Asalkan, publik perlu mendengar lebih banyak aneka inovasi politik dan keberanian terobosan yang dibuat oleh Menteri Perindustrian tersebut.
Selama ini Airlangga baru dikenal di kalangan elit terbatas. Dia juga lebih dikenal sebagai tokoh yang profesional dan manajerial.
"Ketua umum partai besar akan mengubahnya. Ia perlu dikenal lebih luas ke kalangan pemilih menengah bawah, rakyat jelata yang merupakan mayoritas rakyat Indonesia. Ia harus juga lebih punya seterum politik, pesona massa. Airlangga perlu lebih banyak public expose mengenai apa yang akan dibuatnya," kata pendiri Lembaga Survei Indonesia Denny Januar Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (21/12).
Lanjut Denny, aneka gagasan yang ditampilkan Airlangga sepanjang Munaslub cukup meyakinkan. Hanya tinggal, gagasan besar itu, dia terjemahkan dan mewujudkan terobosan konkret program dan kebijakan Golkar.
Dalam sambutan penutupan Munaslub di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Airlangga mengajak seisi Munaslub untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri. Dalam baliho di ruangan juga tertera motto 'Amanah Rakyat Panduan Kami'. Para muda mudi berjejer di ruangan membawa hand banner bertuliskan: Golkar Bersih, Golkar Bangkit, Golkar Baru.
Denny mengutip survei yang dilakukannya bahwa 5,7 persen publik Indonesia meyakini Golkar bisa bangkit kembali jika Golkar membawa branding baru. Untuk itu, ujar Denny, sebelum 100 hari jabatannya selaku ketua umum, Airlangga perlu mensosialisasikan gagasan dan leadershipnya.
"Langkahnya 100 hari pertama itu akan menentukan posisinya dalam percaturan politik nasional," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya