Yasonna Laoly Dikukuhkan jadi Guru Besar, JK Berpesan 'Jadi Profesor Tidak Mudah'

Rabu, 11 September 2019 11:25 Reporter : Merdeka
Yasonna Laoly Dikukuhkan jadi Guru Besar, JK Berpesan 'Jadi Profesor Tidak Mudah' Menkum HAM jadi profesor. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan guru besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Yasonna Laoly. JK menyampaikan ucapan selamat atas capaian baru Menkumham itu.

"Marilah kita semua mengucapkan selamat kepada bapak profesor Yasonna Laoly atas pengukuhan pada pagi hari ini. Profesor, guru besar tentu tidaklah mudah tapi membutuhkan waktu dan pengabdian di bidang akademis dan tentu juga telah beliau melalui," kata JK di Gedung STIK, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

JK menyebut Yasonna adalah paket lengkap, tidak hanya politisi melainkan juga akademisi. "Profesor Laoly ini orang yang sangat lengkap, legislatif anggota DPR cukup lama sekarang di eksekutif, nanti akademis mungkin juga nanti akan jadi hakim setelah ini, jadi lengkaplah," katanya.

Wapres juga menyinggung orasi ilmiah Yasonna yang membahas cyber bully. Ia sepakat bahwa internet menjadi pisau bermata dua.

"Memang internet, IT, medsos mengubah banyak hal, mengubah gaya hidup kita, mengubah sistem produksi, cara makan juga berubah, makan enak tinggal telepon, dulu harus masak dulu. Kejahatan juga banyak berubah dengan cyber karena itulah maka kepolisian tentu juga harus lebih menguasai cyber ini daripada para kriminal," katanya.

"Dalam bidang politik juga demikian, dahulu kalau pemilu pasti yang pertama kita angkat dalam tim ialah ketua pengerahan massa supaya hadir dalam kampanye. Sekarang hal itu tidak penting lagi. tapi yang paling penting lagi diangkat ialah pasukan cyber yang dapat membully atau membalas bully," tambah JK.

Sebelumnya, selain JK Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri hingga jajaran menteri menghadiri pengukuhan Yasonna.

Pengukuhan dilaksanakan di Gedung STIK, Tirtayasa, Jakarta Selatan pada Rabu (11/9). Acara dibuka dengan upacara pedang pora. Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir perwakilan senat STIK. "Saya akan memimpin rapat senat terbuka," kata Kapolri Tito.

Dalam rapat terbuka itu, perwakilan Mentistekdikti menyampaikan keputusan Menristekdikti. "Terhitung 1 Juni 2019 mengangkat Yasonna H Laoly, diangkat dalam jabatan professor dosen tidak tetap dalam bidang kriminologi."

Reporter: Delvira Hutabarat [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini