Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warung musiman mulai hiasi jalur Pantura Karawang-Subang sambut pemudik

Warung musiman mulai hiasi jalur Pantura Karawang-Subang sambut pemudik Warung Musiman Mulai Penuhi Jalur Pantura Karawang - Subang. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Musim mudik lebaran tahun ini tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya momen arus mudik dan balik menjadi berkah warga dengan berdagang dadakan di sepanjang pantura Karawang hingga Subang, Jawa Barat.

Warung dadakan menjajakan dan menawarkan makanan dan minuman kepada para pemudik yang melewati jalur Pantura. Karena sejumlah pemudik akan berhenti untuk beristirahat selama perjalanan menuju kampung halaman.

Salah seorang pemilik warung, Komarudin (35) menuturkan, dirinya membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk medirikan warung tersebut dan menghabiskan biaya sekitar Rp 700.000 hingga Rp 1 juta. "Pokoknya dari mulai membangun sampai modal, habis Rp 3 juta," ujar Komarudin, saat di temui di jalur mudik Pantura Karawang, Jumat (8/6).

Menurut warga Cikalongsari,Jatisati ini, menjadi pedagang dadakan saat musim mudik sudah dilakoninya sejak empat tahun silam atau sudah dijalani sebanyak empat kali arus mudik dan balik lebaran.

Berkaca dari pengalaman di tahun sebelumnya, ia mengaku, keuntungan yang bisa dia raih bisa mencapai Rp 1,5 juta selama momen arus mudik dan arus balik walaupun kendaraan pribadi jarang melintasi jalur Pantura sejak adanya Tol Cipali.

"Alhamdulilah lumayan untungnya, tahun kemarin, keuntungan dari jualan seperti ini dalam satu minggu sekitar Rp 1,5 juta," jelasnya.

Ramainya pembeli, jika terjadi penumpukan kendaraan roda dua karena pengunjung terbanyak pada tahun kemarin rata-rata merupakan pengendara roda dua.

"Sekali berhenti di warung ini, tahun kemarin, ada 50 sampai 200 kendaran roda dua," katanya.

Sedangkan pedagang lainnya, Yanti (40) menuturkan, jelang arus mudik tahun ini, jumlah warung dadakan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya karena tergiur dengan keuntungan yang besar.

"Tahun kemarin di jajaran ini hanya ada 5-7 warung, sekarang yang menjadi pedagang dadakan saat musim mudik bertambah hingga 12 warung," terangnya.

Dia berharap pada musim mudik tahun ini bisa meningkat lagi keuntungan yang didapat , karena biasanya pemudik yang beristirahat paling banyak pagi hari dan malam hari.

"Biasanya pemudik yang berhenti, untuk sekedar istrihat dan jajan paling banyak itu terjadi pagi hari dan malam hari, berharap ada peningkatan keuntungan yang diraih," tandasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP