Warga Serang Berburu Ketan Bintul di Tengah Pandemi Corona
Merdeka.com - Ketan bintul merupakan salah satu makanan khas Provinsi Banten. Kuliner favorit ini selalu menjadi buruan masyarakat saat bulan Ramadan. Konon dahulunya, ketan bintul merupakan makanan kesukaan Sultan Banten. Makanan dengan bahan dasar ketan yang ditaburi dengan kuah semur daging ini, hanya dapat ditemui saat bulan Ramadan.
Meski di tengah pandemi virus corona, penjual ketan bintul di Pasar lama, Kota Serang, Banten tetap dipenuhi pembeli. Bagi warga, ketan bintul merupakan menu wajib berbuka puasa.
"Kurang afdol kalau buka puasa enggak ada ketan bintul, makan wajib bulan puasa. Udah enggak kepikir harus physical distancing lagi, yang penting dapat, kalau kesoren habis," ujar Pasya, salah satu warga Kota Serang yang tengah mengantre untuk membeli ketan bintul, Selasa (27/4).
Dalam sehari, penjual ketan bintul mengaku dapat menjual 25 tampah ketan berserta semur daging. Satu Bungkus ketan dipatok harga kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000, tergantung jenis daging yang diinginkan para pembeli.
"Alhamdulillah tidak berpengaruh (pandemic Corona), walaupun ada cuma sedikit. Kalau ditanya berapa bungkus dalam sehari yang dijual, bingung. Pokoknya sehari 25 tampah aja," ujar ibu Ikoh, penjual ketan bintul di Pasar Lama, Kota Serang.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya