Wapres JK sebut korupsi tidak kenal agama, golongan, jabat atau pangkat
Merdeka.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla menutup rangkaian acara peringatan hari antikorupsi sedunia di Bidakara Hotel, Jakarta Selatan. Dalam sambutannya, Jusuf Kalla atau akrab dengan panggilan JK itu mengapresiasi upaya pemberantasan korupsi oleh seluruh instansi, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JK mengatakan seluruh negara, baik itu negara maju, tak terlepas dari ancaman kejahatan ekstra luar biasa itu. Pun halnya dengan Indonesia yang tengah berjibaku dalam pemberantasan serta pencegahan tindak pidana korupsi.
Lebih lanjut, JK menampik alasan para pelaku tindak pidana korupsi karena tunjangan gaji tak mumpuni. Menurutnya, gaji sebesar apapun tak menjamin seseorang bebas dari korupsi.
Sebaliknya, politisi Golkar ini menuturkan, seseorang dengan gaji kecil tidak selalu terjerembap pada tindak pidana korupsi.
"Kalau ada yang mengatakan negara tidak sanggup memberikan gaji tinggi itu mungkin karena anggaran negara tidak cukup karena habis dikorupsi," ujar JK, Selasa (12/12).
Dia menambahkan, perbuatan korupsi tidak hanya dilakukan golongan tertentu. Oleh sebab itu, JK mengajak agar seluruh pihak lebih mawas dan tegas dalam mencegah serta memberantas korupsi.
"Korupsi itu tidak kenal agama, golongan, jabat atau pangkat," tukasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan itu pula, KPK mengumumkan pelaporan gratifikasi terbaik oleh penyelenggara negara. Peringkat pertama diberikan kepada Presiden Joko Widodo, disusul Jusuf Kalla, kemudian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya