Wali Kota Pasuruan yang kena OTT KPK juga menjabat Korwil kampanye Jokowi-Ma'ruf
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Pasuruan, Setiyono yang juga Koordinator Wilayah Tim Kampanye Daerah (Korwil TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kota Pasuruan. Posisi Setiyono pun langsung digantikan oleh wakilnya di TKD Kota Pasuruan, Raharto Tono.
"Wakil Korwil-nya (Raharto Tono) diangkat menjadi Korwil," kata Wakil Sekretaris TKD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno di Kota Malang, Jumat (5/10).
Raharto Tono adalah Wakil Wali Kota Pasuruan yang juga kader PDIP. Sementara Setiyono adalah kader Partai Golkar yang maju diusung PDIP dan Partai Golkar.
Penggantian Setiyono dilakukan usai terjaring OTT KPK dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan. Setiyono sendiri statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sri Untari yang juga Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur mengatakan tidak akan terganggu atas pergantian Ketua Korwil Kota Pasuruan. Suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Kota Pasuruan dipastikan tidak akan mengalami penurunan atas peristiwa tersebut.
"Pada prinsipnya mesin pemenangan Pak Jokowi itu ada di TKD tingkat dua. Korwil itu hanya bertugas untuk mengorganisir semua potensi pemenangan yang ada di kota dan kabupaten. Sehingga ketika ada masalah dengan korwil TKD Kota Pasuruan tidak ada problem buat kita, dan tidak akan mempengaruhi proses pemenangan Pak Jokowi di Kota Pasuruan," jelasnya.
Alasan Untari, karena masih banyak tim pemenangan yang akan bekerja di Kota Pasuruan yang akan menjalankan tugas-tugas pemenangan itu. Setidaknya partai politik beserta para calegnya berkewajiban memenangkan pasangan nomor urut 1.
"Tapi secara prinsip untuk urusan TKD, selaku Korwil memang kami harus menggantinya supaya tugas-tugas Kekorwilan tetap bisa terlaksana," katanya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya