Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Bantah Tak Lapor LHKPN Saat Seleksi Capim

Jumat, 2 Agustus 2019 22:00 Reporter : Merdeka
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Bantah Tak Lapor LHKPN Saat Seleksi Capim Konpers Vonis Bebas Tumenggung. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang membantah kabar yang menyebut dirinya tidak menyetor Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) saat mengikuti seleksi calon pimpinan (Capim) tahun 2015.

"Jadi begini, mungkin karena, aku enggak mau nyebut namanya ya (Pansel yang bilang Saut belum laporkan LHKPN), mungkin itu muncul ketika wawancara terakhir, bahwa saya punya mobil itu memang keren nomornya B 54 UTS, jadi kan Saut S dibacanya. Jadi memang itu mobil sebenarnya kalau di luar negeri kan Rubicon itu mobil koboi ya, di sana kan mobil biasa-biasa saja, mungkin karena Pak Isnain (Direktur LHKPN) bikin pajaknya tingginya banget, jadi itu mobil mewah," tutur Saut di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).

"Mungkin itu yang ditanya. Kalau berdasar dari itu, sehingga mungkin ada framing di kepala bahwa saya tidak melaporkan hartanya, mungkin dari situ. Kalau di search, memang waktu itu yang menarik perhatian adalah yang ditanyakan dari saya," sambungnya.

Selain soal mobil, saat wawancara Capim KPK, Saut juga menjawab pertanyaan anggota Pansel KPK Yenti Gernasih terkait usaha bisnis yang dimilikinya.

"Saya punya company namanya NCA itu sampai Bu Yenti tanya 'kamu gunakan company itu untuk cuci uang ya?', Bu Yenti bilang gitu. Saya bilang, 'Bu, itu saya gunakan ketika saya masuk di society competitive intelligence society, jadi persaingan bisnis'. Saya bikin company itu untuk kemudian saya gunakan, bahwa saya direktur di sini, sehingga saya bisa download jurnal-jurnal mereka," jelas Saut.

Bahkan, lanjut Saut, dia sampai meyakinkan Pansel KPK bahwa dirinya bebas dari praktik rasuah.

"Kemudian Bu Yenti curiga, Pak Saut cuci uang dari situ, nah loh ini gimana saya bilangnya ya akhirnya saya bilang 'Bu kalau saya gunakan itu sebagai cuci uang, saya mati di tempat ini'. Clear nggak berani nanya lagi dia. Jadi sekali lagi, mungkin mereka terframing pertanyaan kaya gitu," ujar Saut.

Direktur LHKPN KPK, Isnaini sendiri menampilkan data pelaporan harta kekayaan Saut dalam acara diskusi 'pelaporan kekayaan penyelenggara negara dalam seleksi pimpinan KPK'. Isnaini menerangkan bahwa Saut telah melaporkan LHKPN sejak tahun 2007.

"Ini statistiknya. Terakhir, terkait Pak Saut, pertama kali lapor 2007. Tahun 2007 saat beliau berposisi sebagai Direktur di BIN. Kemudian update 2011 juga sebagai Direktur di BIN, update 2013 sebagai staff ahli di BIN, kemudian 2014 di sekretariat di BIN ,dan 2016, 2018, 2019 saat jadi Capim KPK," kata Isnain.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini