Better experience in portrait mode.
VIDEO: Anggota KKB Pembunuh Danramil TNI Ternyata Saling Kenal, Sering Dikasih Sembako

Anggota KKB Pembunuh Danramil Ternyata Saling Kenal

Anggota KKB Pembunuh Danramil TNI Ternyata Saling Kenal, Sering Dikasih Sembako. Pelaku membunuh korban karena benci terhadap anggota TNI-Polri.

Pelaku pembunuhan Danramil 1703-4/Aradide, Lettu Oktovianus Sogalrey, ditangkap Tim Satgas Damai Cartenz. Pelaku dan korban ternyata saling kenal dan pelaku sering diberi sembako untuk keluarganya.

Anan terlibat dalam kasus pembunuhan bersama 6 rekannya. Mereka juga mengambil ponsel milik Lettu Oktovianus. Kasus ini menyayangkan perbuatan pelaku yang saling kenal dengan korban.

Kasus pembunuhan Danramil terungkap dengan pelaku dan korban yang saling kenal. Geser Ke Atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Diperiksa Penyidik, Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua korban dugaan pelecehan eks Rektor UP berharap tersangka segera ditetapkan, menunggu hasil penyidikan.

Keduanya diperiksa sebagai saksi pelapor setelah kasusnya naik ke tahap penyidikan.

Penyidik sedang mengumpulkan bukti untuk menentukan pelaku sebenarnya, dan juga menyinggung status klien di universitas.

Penasihat hukum berharap kasus ini diusut tuntas dan kedua korban mendapatkan keadilan.

Geser👉
SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL membantah kesaksian mantan anak buahnya terkait perintah menarik atau mengumpulkan uang dari para eselon I di lingkungan Kementan RI.

SYL menyatakan bahwa meminta uang merupakan tindakan yang memalukan dan bahwa dia tidak pernah aktif untuk meminta atau memaksa.

SYL juga memastikan dirinya tidak bisa melakukan pencopotan atau pergantian jabatan terhadap jajaran eselon I di Kementan RI.

SYL menegaskan bahwa dia tidak pernah mencopot atau mengganti pejabat selama menjadi pejabat, dan mengajak pembaca untuk menemukan ringkasan menarik lain dengan topik berbeda.

Geser👉
Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan jika Kasus Berlanjut

Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan

Polisi mengancam akan menjerat Ayah Pegi Setiawan dengan pidana jika anaknya terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arista dan Muhammad Rizky Rudiana.

A Saprudi diduga menyembunyikan identitas anaknya yang menjadi buron selama delapan tahun dengan mengganti namanya menjadi Roby Irawan.

Ayah Pegi juga memperkenalkan Pegi yang berganti identitas menjadi Roby sebagai keponakan, bukan anaknya.

Meski fokus saat ini masih pada penuntasan kasus pembunuhan Vina dan Eky, kasus keterlibatan Ayah Pegi kemungkinan akan diproses berikutnya.

Geser👉
Satgas Pemberantasan Judi Online Dibentuk Presiden Jokowi

Satgas Pemberantasan Judi Online Dibentuk Presiden Jokowi

Satgas Pemberantasan Judi Online dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Juni 2024.

Rapat perdana Satgas Pemberantasan Judi Online dilakukan untuk mempercepat pemberantasan judi online secara tegas dan terpadu.

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online mengungkap tiga tugas yang akan dilakukan, yaitu pembekuan rekening transaksi judi online, penindakan modus jual beli rekening, dan penutupan pelayanan pembayaran online di mini market.

Sampai saat ini, sudah ada empat sampai lima ribu rekening mencurigakan yang telah diblokir oleh Satgas Pemberantasan Judi Online.

Geser👉
Pengacara Staf Hasto Sebut Penyidik Minta Maaf Terkait Penyitaan Barang, KPK: Tidak Ada

Penyidik KPK Minta Maaf Terkait Penyitaan Barang

Penyidik KPK meminta maaf atas penyitaan barang termasuk handphone staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Pemeriksaan Kusnadi berjalan dengan baik tanpa intimidasi dan dia diberikan makan oleh penyidik.

Jubir KPK membantah pernyataan pengacara yang menyebut adanya permintaan maaf dari penyidik.

Kesimpulan: Penyidik KPK meminta maaf atas kesalahan penyitaan barang, pemeriksaan Kusnadi berjalan baik, namun Jubir KPK membantah pernyataan pengacara. Geser Ke Atas untuk ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
Polisi Bantah Intimidasi Saka Tatal

Polisi Bantah Intimidasi Saka Tatal

Polisi membantah tudingan intimidasi yang dialami oleh Saka Tatal selama proses penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon.

Polisi menunjukkan foto-foto selama pemeriksaan yang membantah tudingan intimidasi tersebut. Foto-foto tersebut menunjukkan Saka Tatal berada dalam keadaan baik-baik dan tidak ada tanda-tanda intimidasi.

Saka Tatal berhak membantah hasil penyidikan, namun penyidik tetap fokus dengan bukti yang dimiliki. Saka Tatal masih merupakan bagian dari tersangka dalam kasus tersebut.

Geser Ke Atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda.

Geser👉
Diduga Rem Blong, Bus Angkut Rombongan Pelajar Terguling di Jalan Raya Jepara Bangsri

Bus Angkut Rombongan Pelajar Terguling di Jepara

Bus angkut rombongan pelajar terguling di Jepara, tidak ada korban namun enam penumpang luka ringan.

Bus diduga mengalami rem blong dan menabrak dua kendaraan di jalan Raya Jepara-Bangsri.

Enam korban luka ringan terdiri dari siswa SD dan pelajar SMA yang mengendarai sepeda motor.

Polres Jepara masih melakukan pemeriksaan saksi untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Geser ke atas untuk ringkasan menarik lainnya.

Geser👉
8 Jam Diperiksa KPK, Kusnadi Dicecar 15 Pertanyaan soal Harun Masiku

Kusnadi Diperiksa KPK Terkait Harun Masiku

Kusnadi, staf dari Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menjalani pemeriksaan selama 8 jam oleh KPK terkait kasus pencarian buronan Harun Masiku.

Petrus, pengacara Kusnadi, mengungkapkan bahwa ada 15 pertanyaan yang diajukan KPK kepada kliennya. Namun, detail tiap pertanyaan belum dibahas karena Kusnadi kelelahan setelah pemeriksaan.

Pemeriksaan Kusnadi dilakukan oleh penyidik bernama Priyatno, yang dinilai berjalan baik dan wajar. Kusnadi merasa diperlakukan dengan baik dan dilayani dengan makan siang dan makan malam.

Kusnadi merasa tindakan penyidik yang melucuti barang pribadinya tanpa persetujuan adalah melanggar standar prosedur kerja dan tidak beretika. Kesimpulannya, pemeriksaan Kusnadi berlangsung lama dan dianggap melelahkan.

Geser👉
Calon Anggota DPRD Terpilih Asmat Tewas Ditabrak Mobil di Yogyakarta

Calon Anggota DPRD Terpilih Asmat Tewas Ditabrak Mobil di Yogyakarta

Calon Anggota DPRD terpilih di Kabupaten Asmat, Papua tewas ditabrak mobil di Yogyakarta.

Pengemudi mobil yang menabrak mengaku mengonsumsi sabu-sabu sebelum kejadian.

Penabrak telah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam hukuman maksimal 12 tahun.

Kejadian ini menimbulkan duka cita dan menunjukkan bahaya pengemudi yang mengonsumsi narkoba saat berkendara.

Geser👉
Anies Baswedan Fokus pada Isu Kesejahteraan Warga DKI Jakarta 2024

Anies Baswedan Fokus pada Isu Kesejahteraan Warga DKI Jakarta 2024

Anies Baswedan hanya tersenyum tipis saat mendengar dugaan cawe-cawe Jokowi di Pilkada Jakarta 2024.

Anies lebih memprioritaskan isu yang berkaitan dengan kesejahteraan warga DKI Jakarta 2024.

PDIP meminta KPU dan Bawaslu untuk menyelidiki indikasi cawe-cawe Jokowi dalam distribusi bansos beras hingga Desember 2024.

Pembaca dapat menemukan ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda.

Geser👉
BPK Minta Uang Rp12 M untuk Muluskan Audit Kementan

BPK Minta Uang Rp12 M untuk Muluskan Audit Kementan

BPK meminta uang Rp12 miliar kepada Kementan untuk opini WTP.

Kasdi mengungkapkan pertemuan antara Kementan dan BPK terkait laporan keuangan.

Kasdi menyebut adanya permintaan uang sebesar Rp12 miliar untuk mendapatkan WTP.

Sidang perkara gratifikasi dan pemerasan di Kementan masih berlanjut.

Geser👉
Siswi SMP yang Diduga Dihamili Anak Polisi di Bekasi Tolak Dinikahi Pelaku, Ingin Kasus Dilanjutkan

Siswi SMP Tolak Dinikahi Pelaku Anak Polisi

Siswi SMP berinisial P (16) yang diduga dihamili anak anggota polisi di Bekasi menolak dinikahi pelaku dan ingin meneruskan pendidikan.

Anak anggota polisi yang diduga menghamili P belum ditangkap, sementara P akan diperiksa oleh psikolog.

Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Perisai Kebenaran Nasional khawatir pelaku melarikan diri dan berharap kasus ini dilanjutkan oleh kepolisian.

Keluarga P melaporkan R ke Polres Metro Bekasi karena merasa dirugikan, dan laporan tersebut telah teregister.

Geser👉