Upaya Damai Akibat Kecelakaan Gagal, Bapak dan Anak di Musi Rawas Bunuh Tetangga

Jumat, 21 Februari 2020 00:04 Reporter : Irwanto
Upaya Damai Akibat Kecelakaan Gagal, Bapak dan Anak di Musi Rawas Bunuh Tetangga Pelaku pembunuhan di Musi Rawas. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gara-gara upaya perdamaian untuk menyelesaikan kasus kecelakaan lalu lintas gagal, Abbasri (60) dan anaknya, Aan Anwar (26) nekat membunuh tetangga. Pelaku Aan berhasil ditangkap, sementara ayahnya jadi buronan.

Kasus ini berawal ketika ayah korban, Badarudin terlibat kecelakaan dengan warga sekampung saat membeli sayur di pasar Lubuklinggau Selatan, Sumatera Selatan, Senin (17/2) pagi. Orang yang menabrak pun menghubungi kepala desa untuk menyelesaikan masalah itu, tetapi ditolak Badaruddin karena kondisinya masih sakit.

Siang harinya, kedua pelaku bersama tiga orang lain menggunakan tiga sepeda motor datang ke rumah ayah korban di Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas. Ternyata, tidak ada kata sepakat sehingga suasana tidak kondusif.

Korban, Jerry Zakti (40), keluar dari kamar yang langsung mengusir para pelaku dan tiga orang lainnya. Saat mengusir, korban menegaskan kasus kecelakaan itu diselesaikan secara hukum.

Ucapan korban membuat kedua pelaku emosi lalu terjadi cekcok mulut antara korban dan kedua pelaku. Tersulut emosi, Abbas dan anaknya menusuk korban dan melarikan diri ke hutan.

Korban dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak dapat diselamatkan. Keluarga pun memilih melaporkan kejadian itu ke polisi.
Tak lama kemudian, pelaku Aan ditangkap dalam persembunyiannya di hutan. Polisi masih memburu satu pelaku yang tak lain adalah ayah tersangka Aan.

Kasatreskrim Polres Musi Rawas AKP Rivow Lapu mengatakan, motif pembunuhan karena tersangka sakit hati diusir korban setelah upaya perdamaian kasus kecelakaan lalulintas gagal.

"Pelaku, ayah dan anak menjadi pelaku pengeroyokan. Korban tewas tak lama dalam perawatan di rumah sakit," ungkap Rivow, Kamis (20/2).

Dalam kasus ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yakni tiga unit sepeda motor, celana korban, dan sandal jepit milik tersangka. Tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini