Undana dan Universitas Miyazaki Tingkatkan Kapasitas Diagnostik Rabies NTT Melalui Pelatihan Laboratorium

Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama pakar Universitas Miyazaki Jepang menggelar pelatihan diagnostik rabies untuk tenaga kesehatan hewan, memperkuat deteksi virus rabies di NTT dan melindungi keselamatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Undana dan Universitas Miyazaki Tingkatkan Kapasitas Diagnostik Rabies NTT Melalui Pelatihan Laboratorium
Undana dan Universitas Miyazaki Jepang berkolaborasi dalam Pelatihan Diagnostik Rabies di NTT. Ini memperkuat deteksi virus dan pengendalian penyakit mematikan, krusial bagi kesehatan hewan dan manusia. (AntaraNews)

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, berkolaborasi dengan pakar dari Universitas Miyazaki, Jepang, guna meningkatkan kapasitas diagnostik rabies di wilayah tersebut. Program ini diwujudkan melalui pelatihan laboratorium yang ditujukan bagi tenaga kesehatan hewan. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan kasus rabies dan menjaga keselamatan manusia di NTT.

Pelatihan bertajuk “Rabies Diagnostic Training Program” ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana bersama Center for Animal Disease Control (CADIC) Universitas Miyazaki, Jepang. Kolaborasi internasional ini menjadi bagian dari komitmen Undana untuk menjawab tantangan kesehatan hewan yang berdampak langsung pada keselamatan manusia. Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan pentingnya program ini dalam upaya pengendalian rabies.

Program pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga bagian dari upaya Undana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pengendalian rabies yang masih menjadi tantangan besar di NTT. Pelatihan ini berlangsung hingga 13 Maret 2026, melibatkan akademisi Undana, pakar internasional, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan NTT.

Kolaborasi Internasional untuk Penguatan Deteksi Rabies

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menekankan bahwa kolaborasi internasional ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan hewan yang berdampak langsung pada keselamatan manusia. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Undana untuk berkontribusi nyata dalam upaya pengendalian rabies di NTT.

Peningkatan kapasitas laboratorium dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mempercepat respons penanganan kasus rabies di daerah. Hal ini sangat krusial mengingat rabies masih menjadi ancaman kesehatan yang signifikan di Nusa Tenggara Timur. Penguatan ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah daerah untuk mewujudkan NTT bebas rabies di masa mendatang.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah implementasi lanjutan dari kerja sama akademik antara FKKH Undana dan CADIC Universitas Miyazaki yang telah berlangsung sejak tahun 2022. Ia menilai peningkatan kemampuan diagnostik sangat penting dalam memperkuat sistem pengendalian rabies, terutama di daerah yang masih menghadapi kasus penyakit tersebut.

Fokus pada Teknik Deteksi Cepat dan Akurat

Direktur CADIC Universitas Miyazaki, Prof. Ayako Yoshida, mengatakan bahwa pihaknya membawa pengalaman panjang dan teknologi diagnostik rabies yang selama ini dikembangkan di Jepang. Pengalaman ini dibagikan kepada para akademisi dan tenaga kesehatan hewan di Indonesia, khususnya terkait peningkatan diagnostik rabies NTT.

Fokus utama pelatihan ini adalah penguasaan teknik deteksi virus rabies secara cepat dan tepat melalui metode diagnostik laboratorium. Kemampuan deteksi yang lebih cepat dan akurat diharapkan dapat mempercepat respons di lapangan dan meningkatkan kualitas penelitian kesehatan hewan di NTT.

Selain Prof. Yoshida, pelatihan ini juga menghadirkan pakar Veterinary Public Health Prof. Kentaro Yamada serta peneliti dari Japan Institute for Health Security Dr. Akitoyo Hotta. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung teknik diagnostik rabies di Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Sinergi antara akademisi Undana, pakar internasional, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan NTT menjadi pilar utama keberhasilan program ini. Pelatihan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas lokal dalam penanganan rabies, memastikan kesiapan daerah menghadapi potensi wabah, dan melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi