Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tragedi Sukhoi, Indonesia kehilangan tokoh penerbangan

Tragedi Sukhoi, Indonesia kehilangan tokoh penerbangan korban sukhoi. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kesedihan akibat kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 hingga kini masih terasa. Tidak hanya keluarga korban yang merasa kehilangan, dunia penerbangan juga kehilangan tokoh-tokoh handal di udara.

Betapa tidak, Sukhoi tersebut juga membawa komunitas penerbangan dari PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA), PT Dirgantara Indonesia, Indo Asia, Avia Star, Air Maleo, Airfast, Kartika Airlines, dan Sky Aviation yang akhirnya menjadi korban.

"Itu komunitas penerbangan Indonesia yah, termasuk kita dari industri pesawat PT DI Kami juga komunitas penerbangan kan, tentu kita kehilangan komunitas penerbangan luar biasa," ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI) Andi Alisjahbana usai prosesi pemakaman Kornel M Sihombing, di TPU Pandu, Jalan Pandu, Bandung, Kamis (24/5).

Andi sendiri sebenarnya diundang dalam penerbangan uji coba itu, namun karena terlambat, dia justru selamat. Dikatakan Andi, dalam joy flight itu sebenarnya untuk perwakilan PT DI ada beberapa direktur perusahaan. Namun karena satu dan lain hal sehingga hanya menyisakan Kornel yang turut dalam joyflight.

Mengenai peran Kornel dalam joy flight itu, kata Andi, adalah untuk melakukan kerja sama yang dirintisnya bersama Sukhoi.

"Tadinya saya akan naik bersama dengan Kornel, namun karena terlambat lima menit, saya ketinggalan pesawat yang kemudian jatuh di Gunung Salak," ujarnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP