Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'TNI tugasnya mengatasi ancaman eksternal, bukan urusi sawah'

'TNI tugasnya mengatasi ancaman eksternal, bukan urusi sawah' Ilustrasi TNI. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berencana membentuk Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T). Wakil Direktur Imparsial, Gufron Mabruri menilai rencana tersebut merupakan langkah yang tidak tepat.

Menurut dia, dalam upaya mendorong dan menopang kebijakan pemerintah untuk program swasembada beras petani di pedesaan itu baiknya dilakukan oleh kementerian-kementerian yang tepat. "Saya kira ada satu persepsi yang keliru dalam menafsirkan mendorong pemerintah dalam upaya swasembada beras itu," ujar Gufron, Selasa (24/1).

Selain itu, dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru dan mengurangi tingkat profesionalisme TNI. Apalagi, kata dia, TNI tidak dibekali keahlian soal isu-isu pertanian.

Oleh karena itu, Gufron mendorong kepada kementerian-kementerian yang terkait dengan isu pangan untuk mengatasi pelayanan pertanian padi tersebut. "TNI tugasnya hanya untuk mengatasi ancaman eksternal dari luar, bukan ngurusin soal sawah," tandasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan TNI akan membentuk Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T) untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan. Menurut Gatot, pembentukan SP3T merupakan solusi untuk petani karena sering ditipu tengkulak atau hasil panen dibeli dengan harga rendah.

"Pembentukan SP3T akan membantu petani dari tahap awal hingga akhir produksi. Jajaran TNI akan membantu petani mulai dari pembibitan, panen, hingga penggilingan," kata Gatot saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2017 , Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP