Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tertipu air teko buat kobokan di Kalimantan Barat

Tertipu air teko buat kobokan di Kalimantan Barat air teko buat kobokan. ©2013 Merdeka.com/didi syafirdi

Merdeka.com - Jika anda melintasi jalur Pontianak menuju Putussibau tak perlu khawatir soal urusan perut. Karena, sudah ada di titik-titik tertentu berdiri rumah makan atau tempat untuk sekedar menikmati kopi dan meluruskan kaki.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan di tiap-tiap rumah makan. Ada baiknya bertanya terlebih dahulu pada pelayanan di sana. Dengan begitu anda bisa lebih menikmati saat bersantap.

Saat melewati Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, berdiri satu rumah makan, namanya RM Reyog. Hampir semua menu ada di sana. Cocok lah untuk mengisi perut yang lapar setelah jalan berjam-jam.

Satu rombongan turun dari mobil, ternyata dari Jakarta. Telur, sayuran, ikan, ati ampela dan ayam dipilih. Mereka begitu lahap, sangat-sangat nikmat. Segelas es teh manis membuat makan siang semakin sempurna.

Di atas meja ada teko berwarna merah yang terisi air. Dituanglah air itu ke gelas sebagai isi ulang. Sedotan sudah mampir di bibir, sekali sedot masuk air itu ke tenggorokan. Untungnya sedotan baru setengah.

"Jangan diminum," teriak salah seorang temannya. Kenapa? Bingungkan, sedang haus tapi dilarang minum. "Itu air buat kobokan".

Hari itu Iwan terselamatkan, "Gue kirain itu air bersih," kata pria berambut gondrong sambil tersenyum. Tiga orang lain yang satu meja dengannya tertawa lebar.

Sang pelayan dengan senyum tipis datang. Dia mengatakan sudah tiga orang kecele dengan air teko tersebut. "Mas dari Jakarta ya? Sudah tiga orang Jakarta mau minum air teko," kata pria berambut ikal itu.

Menurutnya, cuci tangan dengan air di teko merupakan kebiasaan rumah-rumah makan yang ada di Sanggau. Namun, dia mengaku tak mengetahui secara pasti asal muasal kenapa air kobokan ditaruh dalam teko.

"Saya kurang tahu juga, itu hanya kebiasaan rumah makan di sini saja," katanya.

Hal serupa juga sempat dijumpai ketika mampir di rumah makan yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Bedanya, teko itu terbuat dari aluminium berwarna keemasan. Yang sama, di bawah teko ada rantang sebagai wadah penampung saat mencuci tangan.

Kejadian itu menjadi pelajar buat Iwan dan kawan-kawan agar lebih berhati-hati. Pengalaman itu sungguh berharga agar lebih waspada saat singgah di rumah makan di kota-kota lain. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP