Seorang pasien menolak dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) dr. Loekmonohadi Kabupaten Kudus. Ia memilih kabur saat mendapatkan penanganan perawatan Covid-19 di ruang isolasi.
"Pasien punya riwayat pergi keluar negeri, gejalanya sama panas, batuk. Kita rujuk pasien tersebut malah memaksa meninggalkan IGD RS Mardi Rahayu," kata Dr Yuliana Wara juru bicara penanganan Covid-19 RS Mardi Rahayu, Selasa (17/3).
Atas kejadian pasien menolak dirawat, pihaknya sudah melaporkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Identitas pasien sudah kami berikan Dinkes agar ditindaklanjuti bersama Pemda," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto mengatakan sudah melakukan pemantauan terhadap pasien yang menolak dirujuk ke RSUD Kudus. Dia mengatakan, bahwa pasien tersebut merupakan warga yang diketahui sebelumnya pulang dari luar Negeri.
"Kita sudah terjunkan personel untuk ke lapangan. Untuk hasil, kami belum tahu sebab masih dalam pemeriksaan," kata Joko saat dikonfirmasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378439/original/010350800_1792516186-IMG-20261020-WA0127.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378438/original/020119700_1792515826-Menteri_Agama_Nasaruddin_Umar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378434/original/098593800_1792514001-Polisi_memburu_pelaku_penyerangan_di_Dago_Bandung.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378407/original/033317300_1792509285-Demo_mahasiswa_di_Bandung_diwarnai_kericuhan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377709/original/001167800_1792476388-000_D3T98HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378412/original/093863000_1792510208-Demo_mahasiswa_di_Bandung_diwarnai_kericuhan.jpeg)