Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tawuran pelajar di Tangsel, pelaku lemparkan sajam hingga menancap di korban

Tawuran pelajar di Tangsel, pelaku lemparkan sajam hingga menancap di korban Pelaku penusukan saat tawuran di Tangerang. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Polisi menyebut senjata tajam yang menancap di wajah Ahmad Fauzan (16) akibat dilempar pelaku yakni FF saat terlibat tawuran di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Selasa (31/7) lalu. Korban tewas setelah senjata tajam tersebut menancap di wajahnya.

"Kejadiannya luka parang ini menancap bukan karena ditusuk tapi yang terjadi adalah parang dilemparkan sehingga posisinya tepat menancap di wajah," kata Kapolres Tangsel, AKBP Fery Irawan, Senin (13/8).

Korban tewas pada Selasa (7/8/) kemarin, setelah menjalani perawatan intensif di RSCM selama 7 hari. Senjata tajam yang menempel di wajah kiri korban melukai korban cukup dalam. Bahkan lemparan parang itu hingga menembus ke leher korban.

"Memang lukanya cukup parah karena tembus ke leher dan mengenai batang otak korban sampai akhirnya meninggal dunia," katanya.

Pelaku dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 dan pasal 351 tentang penganiayaan hingga korban meninggal dunia dengan ancaman seumur hidup.

Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan akhirnya mengamankan pelaku penusukkan terhadap AF(18), korban tewas yang tertancap parang saat terlibat tawuran di Jalan Raya Puspiptek, depan Taman Tekno, BSD, Tangerang Selatan pada (31/7) lalu.

FF, pelaku penusukan terhadap AF, menyerahkan diri, setelah dua minggu lebih buron dan melarikan diri ke wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Kami setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga akhirnya dibantu oleh keluarganya menyerahkan diri ke Polres. Pelaku sempat lari ke Tasikmalaya, setelahnya ke Lido, Sukabumi dan menyerahkan diri," kata Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan Senin (13/8).

Dirinya memastikan pelaku FF adalah pelajar SMK Bhipuri, kelas XII warga Pedurenan 3, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

"Kami ingin meralat apa yang telah disampaikan waktu itu, bahwa pelaku adalah benar dari SMK Bhipuri, yang memang hanya dua sekolah itu yang terlibat tawuran di Jalan raya Puspiptek," terang dia.

Dijelaskan Kapolres, pelaku selepas melakukan tawuran langsung melarikan diri ke wilayah Tasikmalaya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP