Tangkap penjarah di Sulteng, polisi amankan barang elektronik & mesin ATM
Merdeka.com - Kepolisian telah mengamankan 49 orang yang diduga sebagai pelaku penjarahan di sejumlah tempat di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Para tersangka ini diduga melakukan pencurian dengan pemberatan di beberapa tempat, mulai dari mal sampai pusat ATM.
Hal ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto saat menghadiri acara Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10) sore.
Dari para tersangka ini, polisi menyita berbagai jenis barang mulai dari batang elektronik, berkarung-karung pakaian sampai mesin ATM. Setyo mengatakan para pelaku penjarahan ini melakukan aksinya di Mal Garuda (28 tersangka), ATM Center Pue Bongo (tujuh orang tersangka), gudang Adira (satu orang tersangka), Anjungan Nusantara (tujuh tersangka), Grand Mal (dua tersangka), dan ATM Center di Jalan S Parman (empat tersangka).
"Barang bukti yang diamankan berupa sound system, LCD, printer, salon (speaker), amplifier, mesin ATM, linggis, obeng," sebutnya.
"AC, kunci Inggris, palu, selang, dispenser, mikrofon. Satu karung sandal, satu karung sepatu, satu dus pakaian dan celana," lanjut Setyo.
Saat ini semua tersangka telah ditahan. Di beberapa ATM center, ada juga warga yang terlibat sempat melarikan diri sebelum ditangkap aparat. Setyo mengatakan, aparat kepolisian terus meningkatkan pengamanan seperti di ATM center dan SPBU.
Setyo mengimbau kepada pihak yang akan menyalurkan bantuan ke Sulteng agar berkoordinasi dengan satgas atau posko gabungan untuk pengawalan dan pengaturan pendistribusian bantuan. "Jadi jangan sendiri-sendiri," pesannya.
Jika bantuan disalurkan sendiri, pihaknya akan sulit melakukan kontrol dan mengamankan distribusi. Saat ini situasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi sejak Senin kemarin telah kondusif. Pasokan dan distribusi BBM telah terpenuhi dimana distribusi ini dikawal anggota TNI dan Polri.
"Tidak ada lagi aksi pencurian. Personel pengamanan sudah melaksanakan penjagaan di lokasi rawan kejahatan dan patroli untuk fungsi preventif. Serta fungsi Reskrim terus dilakukan. Seluruh personel Polri terus memaksimalkan misi kemanusiaan siang maupun malam terutama berusaha membuka jalur-jalur wilayah yang masih terhambat jalur transportasinya," jelasnya.
"Intinya situasi sudah terkendali. Jadi jangan khawatir, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya