Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3-20 Juli 2021 di Pulau Jawa dan Bali. Tidak terkecuali DKI Jakarta yang sudah menerapkan aturan tersebut sejak Sabtu (3/7) kemarin.
Sejumlah aturan dibuat salah satunya meniadakan sementara kegiatan olah raga mulai dari GBK hingga area Jalan Sudirman-Thamrin yang kerap dipergunakan pada Minggu (4/7) pagi. Penutupan sementara kegiatan olah raga di sejumlah titik di ibu kota itu turut direspons komunitas pesepeda yang tergabung dalam Bike to Work (B2W).
Ketua B2W Poetoet Soedarjanto mendukung adanya aturan tersebut. Poetoet mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia.
"Bike2Work Indonesia mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Jawa dan Bali, mulai tanggal 3 - 10 Juli 2021. Hal ini penting untuk menekan penyebaran Covid-19," kata Poetoet dikutip dalam keterangan pers, Minggu (4/7).
Dengan adanya aturan tersebut Poetoet meminta agar tidak ada kegiatan bersepeda yang melibatkan orang banyak. Mulai dari Korwil hingga Korwil Bike2Work Indonesia, khususnya area Jawa - Bali.
"Terkait adanya perihal larangan bersepeda yang ditekankan Pemprov DKI Jakarta, Pemprov, Pemda, dan instansi terkait, maka kembali pada poin nomor 1, yaitu kegiatan bersepeda yang ditujukan untuk berolahraga agar tidak dilakukan," ujar dia.
Tetapi kata dia hal itu berbeda jika bersepeda merupakan bagian dari aktivitas pada sektor pokok dan esensial. Menurut Poetoet, perlakuannya sama seperti yang lain. Salah satunya wajib membawa surat keterangan penugasan dari perusahaan.
"Khusus poin ini, telah dilakukan diskusi informal dengan institusi terkait," kata dia.
Kemudian terkait pekerja informal yang ada kaitannya dengan sektor pokok dan esensial, barangkali bisa dibantu dengan surat keterangan RT/RW di tempat tinggal. Namun kata dia dengan tetap mempertimbangkan PPKM Mikro di RT/RW zona merah.
"Untuk teknis pelaksanaan dikembalikan pada petugas di lapangan mengingat mereka yang lebih paham situasi dan kondisinya," kata Poetoet.
Buat Kesepakatan Lari di Rumah Saja
Sementara itu, Pendiri IndoRunners, Reza Puspo mendukung adanya aturan yang diterapkan pemerintah. Sebelum adanya aturan GBK ditutup untuk kegiatan olah raga dan PPKM Darurat pihaknya sudah terlebih dahulu mengimbau agar melakukan olah raga secara mandiri.
"Sebenarnya Indorunners itu dari 2020 itu sudah mengeluarkan kesepakatan bersama mari lari sendiri saja dan mari lari di rumah aja. Jadi dengan adanya ketentuan baru PPKM Darurat ini ya enggak boleh lari di GBK sebenarnya teman-teman Indorunners enggak terlalu bermasalah," ujar dia.
Dia juga sudah mengimbau kepada 70 chapter dan 200.000 anggota untuk sementara lari sendiri-sendiri. Sehingga kata dia tidak menyebabkan kerumuman.
"Jadi dari pihak Indorunner para co-founder, foundersnya udah sepakat udah umumkan dari 70 chapter dengan anggota 200 ribuan plus bahwa untuk sementara lari sendiri-sendiri aja enggak usah kumpul-kumpul. Sekarang sendiri-sendiri dulu kok enggak mengurangi rasa sehat kita," kata dia.
Kemudian menurut co-Founder IndoRunners, Yasha Chatab pun mengimbau agar kegiatan non esesnsial harus dihentikan. Hal tersebut untuk keselamatan bersama. Sebab itu dia berharap kepada para aparat tegas dalam menjaga PPKM Darurat.
"Jika ada pihak yang berkeliaran di luar sana melakukan hal non esensial dengan dalih 'supaya badan sehat' ya tugas aparatlah untuk menindak," ujar dia.
Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya bakal meniadakan semua kegiatan olah raga yang kerap dilakukan masyarakat dengan menutup semua fasilitas yang kerap digunakan selama PPKM Darurat.
"Kegiatan non esensial dan non kritikal termasuk olahraga di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya ditiadakan termasuk kegiatan olah raga," ucap Direkrur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Jumat (2/7).
Penutupan tersebut akan dimulai pada Sabtu (3/7) pukul 00.00 WIB. Adapun salah satu lokasi yang ditutup yakni kawasan Jalan Sudirman- Thamrin yang kerap dijadikan lokasi olah raga masyarakat.
"Jalan Sudirman-Thamrin tertutup untuk kegiatan sepeda, olah raga dan sebagainya," sebut dia.
"Kemudian tempat-tempat yang sering dijadikan lokasi olah raga, GBK, SCBD, tempat-tempat yang sering dipake orang ngumpul, olah raga seluruhnya akan kita tutup mulai nanti malam dan seterusnya," tambah dia.
Namun khusus untuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK), lanjut Sambodo, akan tetap dibuka karena tempat tersebut merupakan lokasi vaksinasi massal. Tetapi bukan untuk berolahraga.
"Kecuali mungkin GBK karena akan ada vaksinasi masaal, tentu masih kita buka akses Jalan Asia-Afrika. Tapi Jalan Sudirman-Thamrin mulai nanti malam dan seterusnya termasuk jalan lainnya akan kami buat sunyi dan senyap," bebernya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran telah menyampaikan bahwa mulai pukul 00.00 WIB, Sabtu (3/7) nanti. Petugas gabungan TNI/Polri akan mulai menutup dan menjaga pintu masuk dan keluar Jakarta.
Keputusan tersebut, merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa Jaya sebagai bentuk dukungan TNI/Polri terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang dimulai pada 3 sampai 20 Juli 2021 besok
"Mulai malam ini pukul 00.00 WIB seluruh pintu keluar masuk Jakarta akan kita tutup dan akan dilakukan pemeriksaan ketat," kata Fadil kepada wartawan, Jumat (2/7).
Larangan keluar maupun masuk tersebut berlaku kepada seluruh masyarakat. Terkecuali mereka yang memiliki kepentingan mendesak.
"Tidak boleh ada satupun yg melakukan mobilitas diluar dari pada kegiatan yang esensial dan kritikal," tegasnya.
Selain itu, dalam operasi Aman Nusa Jaya ini juga tetap menerapkan skema pembatasan dan pengendalian mobilitas. Bahkan, ditambah dengan skema baru yaitu pembatasan dan penyekatan mobilitas di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Selain pembentukan satgas juga akan dilakukan pembatasan dan pengendalian mobilitas pada 35 titik serta pembatasan dan penyekatan mobilitas pada 25 titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya," tandas Fadil.