Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Kunjung Ditahan, Lansia Pencabul Anak di Gowa Nyaris Diamuk Massa

Tak Kunjung Ditahan, Lansia Pencabul Anak di Gowa Nyaris Diamuk Massa Ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pia berinisial SN (70), yang dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak kecil, akhirnya ditahan Polres Gowa. Dia diamankan setelah warga mengamuk dan menggeruduk rumahnya karena emosi lansia itu tak kunjung ditahan.

SN diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak berusia 6 tahun. Kasus itu sudah dilaporkan ke polisi sejak Agustus 2022, namun pelaku tak kunjung ditahan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pallangga Ajun Komisaris Abdul Hakim Bahar mengatakan warga datang dan mengamuk ke rumah SN karena masalah dugaan kekerasan seksual anak. Ia mengungkapkan antara pelaku dan korban sebenarnya bertetangga.

"Ini persoalan awalnya laporan (dugaan pencabulan) sudah dua bulan di Polres Gowa, tapi belum ada tindakan. Warga yang mengamuk kemarin untuk mendatangi terduga pelaku," ujarnya kepada wartawan.

Hakim mengaku tidak mengetahui alasan laporan kasus dugaan kekerasan seksual anak tidak ditindaklanjuti. Ia mengarahkan agar hal itu ditanyakan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gowa.

"Kalau soal itu bisa langsung tanya ke Unit PPA Polres Gowa agar lebih akurat," sebutnya.

Ditahan Setelah Aksi Warga

Terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Gowa, Ajun Komisaris Hasan Fadhlyh mengatakan, pihaknya sudah menahan SN setelah warga mendatangi rumah pelaku. Sementara rumah SN sudah dipasangi garis polisi.

"Sudah diamankan sejak Minggu," ujarnya singkat.

Hasan mengaku kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak ini sudah diproses unit PPA.

Kronologi Pencabulan

Sementara orang tua korban, AR menjelaskan kronologis kejadian dugaan kekerasan seksual dilakukan SN terhadap putrinya. Dia menjelaskan, peristiwa memilukan itu terjadi pada 12 Agustus 2022.

"Saat itu anak saya sedang jalan sendirian pulang ke rumah seusai belajar mengaji. Saat melintas di depan rumahnya pelaku, anakku langsung dipanggil masuk pekarangannya," sebutnya.

Saat itu SN melakukan tindakan mesumnya terhadap korban. Tindakan bejat SN berhenti saat cucunya yang tak lain teman korban datang. Setelahnya korban langsung berlari ke temannya itu.

"Sebelum pulang itu, dikasih uang Rp2.000, sama kue sama air putih kemasan, dan Pak Guru berpesan jangan bilang sama orang orang. Ini anak langsung ke rumah," ungkapnya.

AR mengaku anaknya mengenal SN. Alasannya, istri SN adalah guru TK korban.

"Anakku tidak curiga, karena istri dari terduga pelaku guru TK-nya, jadi anakku pikirkan ini tidak apa-apa karena dianggap pak guru," ucapnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP