Tak Kunjung Ditahan, Lansia Pencabul Anak di Gowa Nyaris Diamuk Massa

Selasa, 4 Oktober 2022 10:54 Reporter : Ihwan Fajar
Tak Kunjung Ditahan, Lansia Pencabul Anak di Gowa Nyaris Diamuk Massa Ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pia berinisial SN (70), yang dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak kecil, akhirnya ditahan Polres Gowa. Dia diamankan setelah warga mengamuk dan menggeruduk rumahnya karena emosi lansia itu tak kunjung ditahan.

SN diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak berusia 6 tahun. Kasus itu sudah dilaporkan ke polisi sejak Agustus 2022, namun pelaku tak kunjung ditahan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pallangga Ajun Komisaris Abdul Hakim Bahar mengatakan warga datang dan mengamuk ke rumah SN karena masalah dugaan kekerasan seksual anak. Ia mengungkapkan antara pelaku dan korban sebenarnya bertetangga.

"Ini persoalan awalnya laporan (dugaan pencabulan) sudah dua bulan di Polres Gowa, tapi belum ada tindakan. Warga yang mengamuk kemarin untuk mendatangi terduga pelaku," ujarnya kepada wartawan.

Hakim mengaku tidak mengetahui alasan laporan kasus dugaan kekerasan seksual anak tidak ditindaklanjuti. Ia mengarahkan agar hal itu ditanyakan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gowa.

"Kalau soal itu bisa langsung tanya ke Unit PPA Polres Gowa agar lebih akurat," sebutnya.

2 dari 3 halaman

Ditahan Setelah Aksi Warga

Terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Gowa, Ajun Komisaris Hasan Fadhlyh mengatakan, pihaknya sudah menahan SN setelah warga mendatangi rumah pelaku. Sementara rumah SN sudah dipasangi garis polisi.

"Sudah diamankan sejak Minggu," ujarnya singkat.

Hasan mengaku kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak ini sudah diproses unit PPA.

3 dari 3 halaman

Kronologi Pencabulan

Sementara orang tua korban, AR menjelaskan kronologis kejadian dugaan kekerasan seksual dilakukan SN terhadap putrinya. Dia menjelaskan, peristiwa memilukan itu terjadi pada 12 Agustus 2022.

"Saat itu anak saya sedang jalan sendirian pulang ke rumah seusai belajar mengaji. Saat melintas di depan rumahnya pelaku, anakku langsung dipanggil masuk pekarangannya," sebutnya.

Saat itu SN melakukan tindakan mesumnya terhadap korban. Tindakan bejat SN berhenti saat cucunya yang tak lain teman korban datang. Setelahnya korban langsung berlari ke temannya itu.

"Sebelum pulang itu, dikasih uang Rp2.000, sama kue sama air putih kemasan, dan Pak Guru berpesan jangan bilang sama orang orang. Ini anak langsung ke rumah," ungkapnya.

AR mengaku anaknya mengenal SN. Alasannya, istri SN adalah guru TK korban.

"Anakku tidak curiga, karena istri dari terduga pelaku guru TK-nya, jadi anakku pikirkan ini tidak apa-apa karena dianggap pak guru," ucapnya. [yan]

Baca juga:
Seorang Anak Berusia 13 Tahun di Alor Dicabuli Koster Gereja
Bejat, Pria Paruh Baya di Keerom Cabuli Anak Tiri 10 Kali Sejak 2021
Pria Nyaris Setengah Abad di Bali Bawa Kabur dan Cabuli Bocah 14 Tahun hingga Hamil
Bocah Empat Tahun Trauma Berat Usai Dicabuli Paman, Pelaku Ditangkap Polisi
Aksi Bejat Tiga Pelajar SMA di Bengkalis Gilir Siswi SMP
Tangisan Bocah 12 Tahun Bongkar Kasus Pencabulan di Bener Meriah Aceh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini