Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Dapat Kompensasi, Warga Tutup Akses Jalan ke TPA Burangkeng Bekasi

Tak Dapat Kompensasi, Warga Tutup Akses Jalan ke TPA Burangkeng Bekasi Warga tutup jalan ke TPA Burangkareng. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi menutup akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah milik pemerintah Kabupaten Bekasi sejak Senin lalu. Akibatnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tak bisa membuang sampah ke lokasi tersebut.

"Satu-satunya TPA kami ada di Burangkeng, adanya penutupan itu kami tidak bisa membuang sampah," kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto, Kamis (7/3).

Warga di Desa Burangkeng menutup TPA Burangkeng karena merasa tak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mereka menuntut kompensasi bau sampah, perbaikan infrastruktur hingga masalah kesehatan akibat pencemaran lingkungan.

"Prinsipnya pemerintah mengakomodir, tapi tidak bisa langsung dipenuhi karena harus melalui perencanaan lebih dulu. Semua ada prosesnya," ujar dia.

Dampak dari penutupan selama empat hari ini, sampah menumpuk di lingkungan warga maupun pasar tradisional. Sebab, ratusan truk sampah milik Pemkab Bekasi tak bisa operasi karena tempat pembuangan akhir ditutup oleh warga.

"Saya minta kearifan aparat desa (untuk meredam warganya), agar TPA dibuka sementara. Karena yang menjadi korban seluruh warga Kabupaten Bekasi," ujar Dodi.

Tokoh masyarakat Desa Burangkeng, Mintarnandum meminta pemerintah daerah segera merespon tuntutan warga yang terdampak keberadaan TPA Burangkeng. Jika tidak, maka warga mengancam menutup permanen TPA tersebut.

"Dengan tak ada TPA, kampung ini akan bersih dan indah. Tapi, adanya TPA itu masyarakat menerima bau sampah, sedangkan lingkungan semakin tercemar," ujarnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP