Tak ada jaminan keamanan, alasan Habib Rizieq batal pulang ke Indonesia

Rabu, 21 Februari 2018 21:41 Reporter : Syifa Hanifah
Tak ada jaminan keamanan, alasan Habib Rizieq batal pulang ke Indonesia Habib Rizieq Syihab. © Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Muhammad Siddiq mengungkapkan alasan Rizieq Shihab batal pulang ke Indonesia hari ini. Rizieq, kata dia beranggapan keamanan terancam jika harus pulang saat ini, walau Ketua FPI ini sangat rindu terhadap Tanah Air.

"Dia (Rizieq) tanya ke kiai sepuh, untuk istikharah, belum ada jaminan keamanan, dia pergi kan karena soal kemanan, merasa terancam jiwanya. Dia kangen ingin pulang, belum ada jaminan keamanan dan petunjuk yang jelas," katanya di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (21/2).

Siddiq yang bertemu langsung dengan Rizieq saat umroh beberapa hari yang lalu mengatakan Rizieq sudah memesan tiket kepulangan tapi sampai saat ini belum ditentukan tanggal kepulangannya. Dan dia juga tidak bisa memastikan kapan Ketua FPI ini pulang.

"Habib Rizieq belum bisa memastikan, tapi tiketnya dia sudah siap," ujarnya.

Dia juga mengatakan Rizieq tidak lari dari tanggung jawab dari proses hukum melainkan Rizieq menilai kalau kasus ini adalah bentuk dari kriminalisasi ulama.

"Karena kan ya dia kriminalisasi itu kelihatan dan banyak indikasi, namanya negara kalau punya kuasa kan mengintepretasikan hal-hal yang seperti itu," jelas dia.

Seperti diketahui, ada pihak yang meminta kepolisian menggeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus Rizieq. Kepala badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengungkapkan semua orang bisa saja meminta SP3 pada kasusnya tidak terkecuali Rizieq Shihab yang menjadi tersangka pada kasus chat berbau pornografi dengan Firza Husein dan penodaan Pancasila dan saat ini melarikan diri ke Arab Saudi.

Namun semua harus sesuai aturan dan tergantung kasus yang dialami dan tidak sembarangan kepolisian mengeluarkan SP3.

"Yah boleh dong hak semua orang siapa saja yang sedang berperkara minta SP3, minta ditangguhkan, itu hak. Masalah dilayani atau tidak itu tergantung kasusnya seperti apa," ungkap Ari Dono.

Seperti diketahui, di dalam negeri, Rizieq tengah tersangkut sejumlah kasus, diantaranya chat berbau pornografi dengan Firza Husein dan penodaan Pancasila. Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus chat berbau pornografi, Rizieq seakan menghilang. Belakangan diketahui ia berada di Tanah Suci. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini