Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto baru-baru ini hadir langsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan para marshal yang akan bertugas dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Peninjauan ini menunjukkan komitmen serius IMI terhadap aspek keselamatan dan kelancaran ajang balap internasional tersebut.
Moreno Soeprapto secara langsung berinteraksi dengan para marshal yang telah bersiap di berbagai titik lintasan sirkuit. Ia menekankan pentingnya peran marshal sebagai garda terdepan dalam menjamin kelancaran dan keselamatan balapan. Kehadiran pimpinan IMI ini menjadi sinyal kuat bahwa profesionalisme dalam ajang MotoGP Mandalika menjadi perhatian utama.
Peran vital para marshal dalam setiap gelaran balapan tidak dapat dipungkiri, terutama untuk ajang sekelas MotoGP. Dari tahun pertama hingga keempat penyelenggaraan Mandalika GP, terlihat perkembangan signifikan dari para marshal. Peningkatan ini mencakup pengalaman serta kecepatan respons mereka di lintasan, memastikan setiap insiden dapat ditangani dengan sigap dan tepat.
Advertisement
Advertisement
Peran Krusial Marshal dalam MotoGP Mandalika
Moreno Soeprapto menegaskan bahwa marshal adalah tulang punggung jalannya perlombaan. "Dari tahun pertama hingga tahun keempat penyelenggaraan Mandalika GP, kita melihat perkembangan signifikan, baik dari sisi pengalaman maupun kecepatan respons mereka di lintasan,” ujarnya di Lombok Tengah. Pernyataan ini menggarisbawahi evolusi positif yang telah dicapai oleh tim marshal lokal.
Kehadiran Ketua Umum IMI ini mengindikasikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan dan profesionalisme dalam ajang MotoGP Mandalika. Moreno berbincang langsung dengan para Marshal MotoGP Mandalika yang sudah bersiap di beberapa titik lintasan. Ia kembali menekankan bahwa "Marshal adalah garda terdepan dalam menjamin kelancaran dan keselamatan balapan."
IMI berkomitmen penuh untuk terus mendorong peningkatan kapasitas para marshal yang bertugas. Seluruh marshal di Mandalika saat ini berasal dari masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini merupakan upaya pemberdayaan lokal yang signifikan, memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk berkontribusi dalam ajang internasional.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Kapasitas dan Apresiasi Internasional
Komitmen IMI tidak berhenti pada peninjauan saja, tetapi juga pada pengembangan jangka panjang. Ketua Umum IMI periode 2025-2030 ini menyatakan bahwa IMI ingin para marshal memiliki sertifikasi resmi. "Mereka tidak hanya akan bertugas di Mandalika, tetapi juga bisa menjadi trainer bersertifikasi yang mampu melahirkan generasi marshal baru di seluruh Indonesia," katanya.
Visi ini bertujuan agar para Marshal MotoGP Mandalika dapat menjadi "train of trainer." Dengan demikian, mereka tidak hanya bertugas di event besar seperti MotoGP, tetapi juga mampu mencetak marshal dan chief marshal di ajang kejuaraan nasional maupun klub. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan standar keselamatan balapan di seluruh negeri.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyambut baik perhatian Moreno terhadap kesiapan marshal. Ia menegaskan bahwa MGPA selalu menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. "Marshal adalah pilar keselamatan dalam setiap balapan. Mereka tidak hanya berdiri di pinggir lintasan, tetapi juga menjadi pihak pertama yang bertindak cepat ketika terjadi insiden," kata Priandhi.
Advertisement
MGPA bersama IMI terus melakukan pelatihan, evaluasi, dan peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Apresiasi dari Federasi Motor Internasional (FIM) terhadap Marshal MotoGP Mandalika menjadi bukti kerja keras bersama. "FIM sudah memberikan catatan positif, baik dalam aspek keselamatan maupun komunikasi di lapangan. Ini tentu buah dari kerja keras seluruh pihak, terutama marshal lokal yang sangat berdedikasi,” tambah Priandhi Satria.
Sumber: AntaraNews