Spesies Baru Katak Ditemukan di Mimika

Minggu, 13 Juni 2021 02:00 Reporter : Yan Muhardiansyah
Spesies Baru Katak Ditemukan di Mimika Litoria lubisi, spesies baru katak yang ditemukan di Papua. ©ANTARA News Papua/HO-Corcom PTFI

Merdeka.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan South Australian Museum yang didukung PT Freeport Indonesia (PTFI) menemukan spesies baru katak di Kabupaten Mimika, Papua.

VP Corcom PT Freeport Indonesia Riza Pratama dalam keterangan diterima Antara, Sabtu (12/6), menyebutkan, spesies yang ditemukan adalah Litoria lubisi, sejenis katak pohon hijau besar yang merupakan anggota keluarga Litoria infratrenata.

Dia mengatakan, penemuan spesies baru ini telah dipublikasikan secara resmi di jurnal internasional Zootaxa 4903 (1): 117 – 126.

Diakui Riza, nama "lubisi" diambil dari Dr Rusdian Lubis yang waktu itu menjabat sebagai Senior VP untuk bidang lingkungan dan keselamatan kerja.

Penemuan spesies ini, menurut Riza, telah menambah daftar panjang penemuan spesies baru di area kerja PTFI sejak penelitian keanekaragaman hayati dilakukan pada 1997.

Litoria lubisi memiliki fisik yang cukup unik karena ukurannya yang cenderung besar, dengan panjang dapat mencapai 70 mm. Selain itu, katak ini juga terlihat kuat, serta memiliki warna yang lebih mencolok dibandingkan dengan katak hijau lainnya.

Katak yang hidup di dataran rendah ini juga memiliki mulut yang lebar dengan masing-masing kerangka gigi terdiri dari 10 gigi kecil dengan garis rahang yang tidak begitu tegas pada permukaan kulitnya.

Katak ini memiliki tiga selaput memanjang di antara keempat jarinya, dengan bentuk kaki memanjang yang memperkokoh genggaman dan cengkeramannya.

Bagian tubuh hewan ini meliputi beberapa warna, terdiri dari warna kuning di bagian bawah badan dan ujung jari kaki, warna biru pucat di sepanjang lipatan kulit, serta warna cokelat kemerahan pada beberapa garis di bagian perut dan selaput kaki.

Katak ini hanya ditemukan di hutan sagu yang ada di Mimika, Papua.

Pada publikasi media update PT Freeport Indonesia disebutkan, penelitian terhadap Litoria lubisi ini sudah dilakukan sejak 2006 oleh dua penulis dan peneliti, yakni Stephen Richards dari South Australian Museum dan seorang peneliti independen Burhan Tjaturadi yang telah bekerja di Papua sejak 1999 saat bergabung dengan WWF dan Conservation International.

Keduanya melakukan penelitian keanekaragaman hayati di hutan rawa sagu di selatan Timika, Papua. Mereka berhasil mengumpulkan satu spesimen dari spesies tambahan yang menunjukkan atribut morfologi dari grup Litoria infratrenata.

Penelitian ini kemudian dilanjutkan tim peneliti LIPI, yaitu Mumpuni, Hellen Kurniati, dan Evy Arida. Setelah melalui penelitian selama 15 tahun, akhirnya tim peneliti dapat mengonfirmasi bahwa spesies yang diteliti merupakan spesies baru yang belum pernah dicatat dalam silsilah taksonomi.

"Salah satu tantangan utama kami dalam melakukan penelitian ini adalah medan yang cukup sulit. Kami berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang telah membantu kami menyelesaikan penelitian ini dengan memberi dukungan fasilitas selama penelitian dilaksanakan. Ke depannya, kami berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan PTFI untuk terus menyibak kekayaan alam yang ada di Papua dan memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia," ujar Burhan Tjaturadi, peneliti independen yang terlibat dalam penelitian ini.

Environmental Senior Manager PTFI Gesang Setyadi menyatakan, penemuan spesies baru ini sekali lagi menunjukkan keanekaragaman hayati di area kerja PTFI.

"Area kerja PTFI masih menyimpan potensi kekayaan flora dan fauna yang belum dapat dipelajari secara menyeluruh. Untuk itu, PTFI selalu menjalankan kebijakan lingkungan yang salah satunya adalah berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati," kata Gesang seperti dilansir Antara.

Selain bermitra dengan LIPI, PTFI juga secara rutin berkolaborasi dengan Natural History Museum of United Kingdom (NHMUK), South Australian Masters Athletics (SAMA) of Adelaide, dan University of Papua New Guinea (UPNG). Hal ini dilakukan untuk memperkaya khazanah keanekaragaman hayati di tanah Papua. [yan]

Baca juga:
Terperangkap di Rawa, Penyu Belimbing Raksasa Diselamatkan Warga Minahasa
Bangkai Gajah Betina Ditemukan di Hutan Produksi Air Teramang Bengkulu
Dua Bayi Hyena Lahir di Bali Safari Park
Lucunya Bayi Hyena yang Lahir di Bali Safari Park
Petugas Gagalkan Penyelundupan Awetan Cenderawasih
Pelepasan Hiu Bambu yang Terancam Punah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini