KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Sosok Sujandi, penampung uang suap sekaligus ATM Bupati Batu Bara

Kamis, 14 September 2017 21:17 Reporter : Sania Mashabi
KPK tunjukkan barang bukti OTT Bupati Batubara. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnain sebagai tersangka kasus suap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batu Bara tahun anggaran 2017. Dia ditangkap dengan barang bukti uang suap Rp 346 juta.

Dia diduga menerima fee sebesar Rp 4,4 miliar dari tiga proyek yang tengah berjalan. Modusnya, dana fee dari pengembang diberikan melalui perantara yaitu Sujandi Tarsono (STR) dan juga Kadis PUPR, Helman Herdady (HH). Sujandi bisa dibilang orang kepercayaan Bupati OK Arya karena dipercaya menampung uang suap.

"Penerimaan fee proyek ini kan melalui dua pintu, dari kepala dinas dan STR selaku pihak swasta. Nah STR ini penampung tugasnya," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Uang fee itu berasal dari tiga proyek yaitu pembangunan jembatan sentang senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMJ dan dua proyek pembangunan jembatan Sel Mangung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan oleh PT T. Proyek terakhir adalah proyek betonisasi Jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menambahkan, selama ini jika OK Arya membutuhkan uang, dia akan meminta uang suap yang disimpan Sujandi. Oleh Sujandi, uang itu dikirim setelah mendapat perintah dari OK.

"Modus operandinya sama dikumpulkan STR, tiap ada perintah dari OK, nanti STR kirimkan," ujar Basaria.

Sebelumnya, KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017 Rabu (13/9) kemarin. Dalam OTT tersebut KPK mengamankan uang sejumlah Rp 346 Juta yang diduga berasal dari uang suap.

"Dalam OTT ini mengamankan Rp 346 juta bagian dari fee proyek senilai Rp 4,4 miliar yang diduga diterima bupati Batu Bara melalui para perantara," kata Wakil Ketua KPK, Alexader Marwata, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Selain mengamankan uang sejumlah Rp 346 Juta, KPK juga menyegel rumah dinas dari Bupati Batu Bara, rumah terduga pemberi suap MAS, dan satu dealer mobil. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.