Soal kasus bailout Bank Century, Bibit Samad sebut jangan berpatokan pada waktu

Minggu, 29 April 2018 14:00 Reporter : Yunita Amalia
Soal kasus bailout Bank Century, Bibit Samad sebut jangan berpatokan pada waktu Disukusi polemik KPK vs Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Penyidikan bailout terhadap Bank Century oleh KPK hingga kini belum mengungkap keterlibatan pihak lain terkecuali mantan Deputi IV bidang pengelolaan moneter dan devisa, Budi Mulya. Mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto menilai hal itu lumrah pada proses penyidikan.

Bibit mengatakan kesuksesan penyidikan suatu kasus tidak melulu dipatok dengan waktu. Sekalipun ribuan saksi telah diperiksa, imbuh Bibit, unsur alat bukti dalam kasus yang ditaksir merugikan negara Rp 6,7 triliun harus terpenuhi.

"Penyidikan juga seperti itu, ada 10 tahun ada yang enggak terungkap, masih ada masa kadaluarsa. Ribuan saksi, tapi kalau alat buktinya belum ada, tidak bisa kita paksakan hanya karena penyidikan lama," ujar Bibit di DPP PSI, Jakarta, Minggu (29/4).

Lebih lanjut, dia menuturkan guna menjerat adanya keterlibatan pihak lain perlu ditelisik lebih lanjut penggunaan anggaran yang telah digelontorkan negara.

Namun saat disinggung lebih lanjut, secara normatif Bibit mengatakan proses tersebut menjadi landasan bagi KPK baik kepemimpinannya ataupun saat ini, meski belum memunculkan pihak lain selain Budi Mulya.

"Ya ada motif lain tidak? Motif itu dilihat juga dari penggunaan dana itu benar tidak untuk kepentingan itu. Kemudian kebijakan yang dia gunakan ada enggak dasar hukumnya. Kalau ada dasar hukumnya ya enggak masalah," ujarnya.

Sebelumnya, PN Jaksel dalam putusan praperadilan memerintahkan KPK menindaklanjuti vonis Mahkamah Agung (MA) atas Budi Mulya yang menjadi terdakwa perkara korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan bailout dari Bank Indonesia (BI) untuk Bank Century.

Putusan PN Jaksel itu memerintahkan KPK menjerat Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan yang disebutkan dalam dakwaan atas Budi Mulya, atau melimpahkannya kepada kepolisian/kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini