Soal Harga Pangan, Sandiaga Ditantang KPP Keliling Pasar se-Indonesia

Kamis, 10 Januari 2019 17:41 Reporter : Ya'cob Billiocta
Soal Harga Pangan, Sandiaga Ditantang KPP Keliling Pasar se-Indonesia Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad menantang Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno untuk berkeliling pasar se-Indonesia, mengecek keseluruhan harga komoditas.

Jika tantangannya disanggupi, Rosyid menyarankan sebagai penengah atau wasitnya dari Badan Urusan Logistik (Bulog), Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan yang memang tugasnya menstabilkan harga pangan se-Indonesia.

"Jadi jangan bicara ngawur terus berdasarkan pendukungnya, nanti bisa marah seluruh pedagang dan rakyat yang memang merasakan harga pangan stabil tidak naik, saya tidak mau ada pergeseran rakyat belanja ke mal. Lalu pasar jadi sepi itu yang diharapkan Sandiaga," kata Rosyid dalam keterangannya, Kamis (10/1)

Dia menyindir Sandiaga yang dinilai lebih mempercayai sebagian emak-emak pendukungnya sebagai barometer, ketimbang data yang dikeluarkan pemerintah.

"Mendengarkan suara rakyat itu bagus, tapi saya juga keliling pasar di wilayah manapun, saya dengar dari pedagang dan ibu-ibu pembeli di pasar. Dan memang kenyataannya harga yang ada di pasar justru stabil dan tak mengalami kenaikan," lanjutnya.

Rosyid mengatakan, sejak awal Sandiaga berkunjung ke pasar-pasar. Pernyataan yang dilontarkan oleh Sandiaga, membuat resah pedagang dan pembeli.

"Ini membuktikan Sandiaga hanya mendengar dari pendukungnya, bukan saja mengecek keseluruhan pedagang dan pembeli pasar se-Indonesia," tegas Rosyid.

Lebih lanjut Rosyid juga mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat akan tetap berjuang, agar pasar tradisional ramai dan meningkat penghasilan pedagang serta rakyat merasakan harga pangan murah.

"Jadi berkembang dan maju ekonomi kerakyatan, sesuai yang diinginkan Pak Presiden Jokowi, dan kami punya moto KPP bergerak pedagang sejahtera," Tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga kerap dianggap bersandiwara jika melontarkan pernyataan soal mahalnya harga pangan. Sebab, pemerintah memiliki data yang menunjukkan stabilitas harga pangan.

Sandiaga menegaskan, kenaikan harga harga adalah kesaksian sekaligus cerita langsung dari para pedagang yang ditemuinya.

"Akal sehat dilawan dengan data, saya datang dengan cerita. Oke pemerintah boleh memberi segelontor data. Tapi saya bawa cerita, cerita emak-emak di pasar. Saya tanya yang di sini. Direkayasa atau tidak, saya tanya harga naik atau tidak? Nggak usah diajarin. Semua menyatakan yang sama (harga naik)," kata Sandi dalam diskusi '2019, Adios Jokowi?' di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1). [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini