Simpan sabu di kandang ayam, bapak dan anak di Samarinda saling tuding

Rabu, 13 September 2017 21:04 Reporter : Nur Aditya
Bapak dan anak di Samarinda simpan sabu di kandang ayam. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Polisi meringkus Angga Pahlevi (35) dan Makmur (48), di rumahnya, Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Anak dan bapak itu diduga sebagai pengedar sabu. Polisi menemukan 10 poket sabu, namun keduanya justru saling tunjuk dan tak mau disalahkan.

Penangkapan keduanya dilakukan Selasa (12/9) sekitar pukul 18.00 Wita. Polisi mengendus, ada warga di kawasan Samarinda Ilir jadi pengedar sabu.

"Kami terima informasi awalnya jam 4 sore. Kami gerak cepat menyelidiki. Kita lakukan penangkapan terhadap terhadap A (Angga Pahlevi), sekitar jam 6 sore," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto, di kantornya, Jalan Bhayangkara, Rabu (13/9).

Rumah Angga digeledah dan petugas menemukan 1 poket sabu, uang tunai Rp 4,6 juta diduga hasil penjualan sabu, alat isap dan timbangan digital.

"Di sekitar rumah, kita geledah lagi. Di kandang ayam, kita temukan lagi 10 poket. Kita tanya, A mengaku itu barang bapaknya," ujar Purwanto.

Tidak lama kemudian, polisi menangkap ayah Angga yakni Makmur. Dia mengaku mengedarkan namun tidak mengakui kepemilikan sabu itu.

"Si anak bilang itu sabu Bapaknya, dan si bapak bilang itu sabu anaknya. Mereka ini, diduga juga sebagai pemakai. Tidak berlama-lama, mereka kita bawa ke kantor," terangnya.

Purwanto menjelaskan, Angga dan Makmur, tinggal serumah. Saat ditangkap, istri dari Makmur yang juga ibu dari Angga, sedang di luar rumah.

"Hasil penyelidikan, mereka ini sudah sering jual narkoba, tapi si Bapak ini belum pernah ditangkap," sebut Purwanto.

Total ada 11 poket sabu seberat sekitar 11 gram diamankan polisi, dengan rincian 1 poket yang ditemukan di dalam kamar seberat 0,88 gram dan 10 poket di kandang ayam seberat 10,25 gram. "Si A ini anak putus sekolah," demikian Purwanto.

Keduanya kini meringkuk di sel penjara Polsekta Samarinda Ilir. Penyidik menjeratnya dengan Undang-undang No 35/2009 tentang Narkotika. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Samarinda
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.