Setelah suami, giliran mertua Dian Sastro kembali dipanggil KPK

Rabu, 11 April 2018 11:28 Reporter : Merdeka
Setelah suami, giliran mertua Dian Sastro kembali dipanggil KPK Adiguna Sutowo. ©2013 Merdeka.com/Kapanlagi.com

Merdeka.com - Adiguna Sutowo, mertua aktris Diandra Paramita Sastrowardoyo alias Dian Sastro kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

"Adiguna Sutowo akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/4).

Sebelumnya, Adiguna pernah dipanggil KPK sebagai saksi untuk Emirsyah pada Selasa 20 Maret 2018 lalu. Namun, dia mangkir karena sakit dan dilakukan penjadwalan ulang.

Pemeriksaan terhadap Adiguna diduga untuk mendalami PT Mugi Rekso Abadi, kelompok usaha ini didirikan Adiguna bersama tersangka Soetikno Soedarjo.

KPK menduga kelompok usaha tersebut bersinggungan dengan kasus suap kepada mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Selain Adiguna, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap empat saksi lainnya. Mereka adalah Direktur Teknik PT Citilink M. Aruan, President Commisioners PT Samuel Sekuritas Indonesia Suharta Herman Budiman, mantan VP Network PT Garuda Indonesia Risnandi, dan mantan EVP Engineering, Maintenance, and Information System PT Garuda Indonesia Sunarko Kuntjoro.

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk ESA," imbuh Febri.

Dalam kasus suap ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA).
Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau senilai total Rp 20 miliar.

Ia juga diduga menerima barang senilai USD 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini