Setahun lima pesawat TNI jatuh, alutsista wajib dievaluasi & diaudit

Senin, 19 Desember 2016 10:58 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Setahun lima pesawat TNI jatuh, alutsista wajib dievaluasi & diaudit Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Wamena.jpg. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pesawat Hercules type C-130 HS A-1334 jatuh di Wamena, kemarin. Peristiwa ini menambah panjang daftar pesawat-pesawat milik TNI yang jatuh. Pertama saat Pesawat Super Tucano milik TNI AU jatuh dan menimpa sebuah rumah di Jalan Laksda Adisutjipto, Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2). Kedua, Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD dengan nomor HA 5171 jatuh di Dusun Pattiro Bajom, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3).

Ketiga, Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD yang jatuh menimpa rumah Heru Purwanto (58) dan rumah Parno (45), di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/7). Empat, helikopter Bell 412 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5166 jatuh di pegunungan Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), pada Kamis (24/11).

"Di tahun ini dalam catatan saya setidaknya telah terjadi 5 kali kecelakaan pesawat milik TNI dan sejak tahun 2000 telah terjadi 5 kali kecelakaan yang menimpa pesawat Hercules berjenis C 130, ini tentu harus jadi perhatian serius dari Pak Menhan dan juga jajaran TNI," kata anggota Komisi I DPR F-PKS Sukamta melalui pesan tertulisnya, Senin (19/12).

DPR meminta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan jajaran TNI memberikan perhatian serius terhadap pembelian alutsista terutama pesawat Hercules. Dia mengaku telah berulang kali mendorong agar dilakukan evaluasi dan audit menyeluruh terkait alutsista yang dimiliki TNI. Sebab sejak 2000, pesawat Hercules tipe C-130 saja sudah 5 kali mengalami kecelakaan.

"Sudah berulang kali sampaikan perlu adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem penerbangan TNI. Audit terhadap kelaikan pesawat TNI perlu dilakukan, mengingat banyak pesawat TNI yang usianya lebih dari 30 tahun," jelasnya.

Meski Kepala Staf TNI AU Agus Supriatna menyatakan kondisi pesawat Hercules A-1334 layak terbang, namun tetap harus dievaluasi dan diaudit.

"Tetap harus ditindaklanjuti dengan melakukan audit kondisi pesawat TNI untuk memastikan kondisi pesawat yang masih ada," tegas dia.

Sekretaris fraksi PKS ini menilai Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) harus dilibatkan dalam proses investigasi penyebab insiden tersebut. Hasil investigasi bisa menjadi alat evaluasi dalam pembelian alustista ke depan.

"Saya kira akan bagus jika Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dapat dilibatkan dalam melakukan analisa penyebab kecelakaan. Saya paham bahwa tidak ada kewajiban untuk mengumumkan secara detail penyebab kecelakaan militer karena ini menyangkut rahasia negara," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini