Sering dikasari, dokter Letty sempat yakin Helmi akan berubah
Merdeka.com - Keluarga Helmi tak menyangka adik mereka tega menghabisi nyawa sang istri Dokter Letty dengan cara meletuskan beberapa kali tembakan. Dokter Letty ditembak karena meminta cerai dan suaminya menolak.
Kakak kandung Letty, Yeti Rahman, mengungkapkan, adiknya sosok istri yang baik dan sabar dengan segala kekerasan yang ia alami. Dia mengakui Helmi memang seorang pria yang kasar.
"Almarhumah mau, kan kita tidak bisa memisahkannya, tapi kita tetap menasihati. Korban sempat optimis, pernah bilang Insya Allah berubah si pelaku," ujar Yeti ditemui di klinik tempat kejadian, Senin (13/11).
Namun, lama kelamaan sikap kasarnya makin menjadi. Helmi pernah mencekik, menduduki kepala, sampai memukul Letty dengan handphonenya sampai pecah. Hingga, memuncak saat Helmi mencoba membakar Letty. Peristiwa itu tak lain adalah pemicu Letty mengajukan perceraian.
"Sudah beberapa kali KDRT sebenarnya sudah ketakutan, ketika itu pihak keluarga men-support dia supaya ada keberanian untuk membela diri, tapi dia masih juga mau jadi istri soleha, dia tetap seperti istri melakukan kewajiban dia, tetapi setelah KDRT yang parah ini mencoba mau dibakar diseret," ungkap Yeti.
Keseharian Helmi sebagai suami juga memperlihatkan perangai buruk. Ia tidak kerja dan menafkahi istrinya. Malahan, harta milik Letty seperti kendaraan roda empat, emas, bahkan ijazah dan benda lainnya dibawa lari Helmi entah bagaimana nasibnya.
"Termasuk berkas ijazah akan kita cari, sudah bilang sama pihak kepolisian, tolong berkas yang diambil semuanya sama tersangka untuk dicari," jelas.
Yeti mengungkap sampai detik ini tidak ada itikad baik dari pihak keluarga Helmi. Bahkan dengan adanya peristiwa ini tidak muncul komunikasi dari pihak Helmi
"Nggak ada, pernah dulu kan ada KDRT, nggak ada pihak keluarganya minta maaf atau apa, sampe sekarang ini nggak ada," ucap lirih.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya