Selesai 100 Persen, Vaksinasi Tenaga Kerja Pariwisata Bali Ditutup

Jumat, 3 September 2021 09:41 Reporter : Moh. Kadafi
Selesai 100 Persen, Vaksinasi Tenaga Kerja Pariwisata Bali Ditutup Vaksinasi Covid-19. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa memastikan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kerja di sektor pariwisata sudah 100 persen selesai dilakukan, sejak bulan Februari hingga bulan September 2021.

Dengan demikian, vaksinasi untuk tenaga kerja pariwisata ditutup, dan sudah dilakukan penyerahan sertifikat kepada tim task force vaksinasi Dinas Pariwisata Bali, Kamis (2/9) kemarin.

"Maka sejak Februari sampai September 2021 vaksinasi terhadap tenaga kerja pariwisata sudah dilakukan. Dan saat ini, bisa dibilang seratus persen tenaga kerja pariwisata di Bali sudah tervaksinasi," kata Astawa di Denpasar, Bali, Jumat (3/9).

Dia juga menyampaikan, keinginan sebagian besar komponen pariwisata Bali untuk mempercepat pembukaan pariwisata yang sudah sangat terpuruk.

"Salah satu cara yang dianggap paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan program vaksinasi untuk membangun herd immunity di sektor pariwisata," imbuhnya.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi itu merupakan program yang ke sekian dari rangkaian program yang telah dilaksanakan dalam persiapan pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan internasional.

Kemudian, untuk program-program sebelumnya seperti penerapan protokol kesehatan di seluruh usaha pariwisata, verifikasi CHSE terhadap fasilitas pariwisata yang sampai saat ini sudah mencapai 1.137 usaha pariwisata sudah mengantongi sertifikat, melaksanakan implementasi CHSE di usaha-usaha pariwisata, melaksanakan simulasi di Bandara Ngurah Rai, membentuk green zone juga sudah dilaksanakan serta menyiapkan SOP penanganan wisatawan internasional.

"Sekarang vaksinasi tenaga kerja pariwisata juga sudah," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Task Force Vaksinasi Ketut Yoga Iswara menjelaskan pola kerja dari tim task force vaksinasi, untuk merancang sistem vaksinasi bagi tenaga kerja pariwisata.

Pertama yang dibuat adalah aplikasi yang mampu mendata jumlah tenaga kerja yang akan divaksinasi, dan memastikan bahwa mereka memang bekerja di pariwisata.

Kemudian tim membangun flatform www.dispardabali-vaksin.com. Setelah link tersebut disebarkan selama sekitar 2 minggu terdaftar 90.150 pendaftar. Setelah itu, pendaftaran sengaja ditutup untuk menghindari terjadinya kekurangan stok vaksin, karena pada bulan Februari tersebut jumlah vaksin sangat langka.

"Dengan melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif baik dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, serta koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, akhirnya proses vaksinasi berjalan meskipun tidak sesuai harapan, karena jumlah vaksin yang disediakan juga sangat terbatas," ujar Yoga.

Kemudian, dari 90.150 tenaga kerja yang terdaftar di sistem, akhirnya tidak semua bisa tervaksinasi. Karena banyak dari mereka akhirnya mendapat vaksinasi di dekat tempat tinggal masing-masing.

Selain itu, karena sampai panggilan terakhir belum ada yang menyatakan belum tervaksin, maka pihaknya menyatakan seluruh yang terdaftar di sistem itu sudah tervaksinasi.

"Dari Bulan Februari tim sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 50 kali. 27 kali untuk vaksinasi tahap I dan 23 kali untuk vaksinasi tahap II," ujar Yoga. [cob]

Baca juga:
Cerita Pelajar di Tangerang Ikut Vaksinasi Setelah Bosan Belajar Daring di Rumah
Bantu Capai Herd Immunity, DPRD Bantul Gelar Vaksinasi Massal Pakai Vaksin Moderna
Penjelasan Kemampuan 5 Vaksin di RI Lawan Varian Covid-19
Jepang Temukan Partikel Hitam Pada Vaksin Moderna
Ketua DPR: Jangan Sampai Ada Kesenjangan Vaksin
BRIN: Izin Edar Darurat Vaksin Merah Putih Ditargetkan Pertengahan 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini