Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selain Masalah Sampah, Bantaran Kali Bahagia Juga Dipenuhi Bangunan Liar

Selain Masalah Sampah, Bantaran Kali Bahagia Juga Dipenuhi Bangunan Liar Sampah di Kali Bahagia Bekasi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat ada 204 bangunan liar memadati bantaran Kali Bahagia. Aliran kali yang melintasi tiga kecamatan ini sekarang dipenuhi sampah setebal 50 cm dan sepanjang 1,5 kilometer.

"Sudah didata itu kurang lebih 204 bangunan liar yang ada di bantaran kali," kata Sekretaris Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Mawardi di lokasi, Senin (29/7).

Mawardi mengatakan, dampak adanya bangunan liar mayoritas semipermanen menyebabkan alat berat tak bisa masuk ke bantaran kali untuk mengeruk tumpukan sampah. Adapun pemilik lahan atau kali merupakan kewenangan dari Perum Jasa Tirta II (PJT II) di bawah Kementerian PUPR.

"PJT II belum ngirim surat ke kita (soal pembongkaran), kalau sudah ngirim ya kita bisa lapor ke Satpol PP (pemilik kewenangan penertiban bangunan liar)," ujar Mawardi.

Ia mengatakan, mayoritas bangunan liar dipakai untuk tempat tinggal. Berdasarkan pendataan, kata dia, mereka yang menghuni telah berkeluarga. Bahkan ada satu tempat ibadah di sana yang masuk wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi.

"Ada empat RW yang ada penghuni dengan 204 kepala keluarga, mereka telah berkeluarga," ujar dia.

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, Kali Busa atau Kali Bahagia dulunya adalah saluran irigasi untuk mengairi sawah di wilayah Bekasi bagian utara. Hulu saluran ini berada di Bendungan Bekasi, Jalan Hasibuan, Kota Bekasi.

Tetapi mayoritas lahan persawahan di Bekasi bagian utara telah berubah menjadi permukiman penduduk. Alhasil, saluran irigasi cenderung tak terawat. Aliran dari Bendungan Bekasi sekarang hanya dipakai untuk kebutuhan bahan baku air bersih di PDAM Tirta Patriot.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP