Selain Kotak Amal, Polisi Dalami Dugaan Sumber Dana JI dari Yayasan One Care
Merdeka.com - Kepolisian menyebut diduga ada tiga sumber keuangan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Salah satunya dengan menyebar kotak amal di sejumlah tempat.
"Pendanaan dari pada tersangka ini yang kita tangkap ini ada 3," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jumat (18/12).
Dia menjelaskan, kotak amal itu diletakkan di tempat-tempat yang mudah terlihat orang.
"Dipasang di berbagai macam tempat yang mudah dilihat oleh orang, ada transaksi orang, ada kembalian atau apa nanti orang isi dan ini pendalaman masih berlanjut," jelasnya.
Kemudian, sambung Argo, dugaan sumber dana lainnya berasal dari sebuah yayasan.
"Yang kedua ada Yayasan One Care, sedang kita cek darimana ini yayasan ini," tambahnya.
Selain itu, pendanaan mereka juga berasal dari hasil penjualan yang dilakukan. Diketahui, sejumlah terduga teroris jaringan JI yang ditangkap di Lampung beberapa waktu lalu bekerja sebagai penjual pisang goreng serta bebek.
"Ketiga dari anggota JI ini kan banyak yang sudah berkerja dengan berbagai profesi ada yang penjual bebek, pisang goreng dan apa-apa. Ini 5 persen disisihkan kemudian dikirim ke JI Pusat, kemudian uang itulah yang digunakan untuk membiayai jaringan sel yang ada di seluruh Indonesia yang belum memiliki pekerjaan tetap," jelasnya.
Sehingga, wajib bagi anggota JI yang sudah mempunyai pekerjaan untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk anggota JI lainnya yang belum memiliki pekerjaan.
"Tapi kalau yang sudah punya pekerjaan tetap itu ya dia harus menyisihkan uangnya. Maka dari data penjelasan tersangka itu ada sekitar itu ada sekitaran 6.000 sel jaringan JI yang masih aktif yang menjadi perhatian kami," ungkapnya.
"Jadi itulah sistem pendanaan nya ada yang dari kotak amal, ada yang dari menyisihkan uang sekitar 5 persen itu yang kita temukan, ada juga dari yayasan one care itu," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya