Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Sekolah rujukan' bagi anak-anak pengungsi Gunung Agung di Tabanan

'Sekolah rujukan' bagi anak-anak pengungsi Gunung Agung di Tabanan Pengungsi anak-anak di Tabanan. ©2017 Merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menunjukkan rasa peduli terhadap anak-anak pengungsi Gunung Agung yang berstatus pelajar. Bahkan, langkah cepat dilakukan Bupati Eka dengan menggenjot Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial agar melakukan sistem rujukan terhadap anak pengungsi di Tabanan.

Ini dilakukannya untuk mengantisipasi putus sekolah karena mengungsi. Puluhan anak-anak yang awalnya bingung karena khawatir putus sekolah karena sedang mengalami bencana dan harus meninggalkan kampung halaman mulai hari ini sudah bisa tersenyum gembira.

"Semoga kami bisa diterima seperti siswa lainnya di sekolah, meski kami berasal dari anak-anak pengungsi," ucap Ni Komang Julianti, Rabu (27/9).

pengungsi anak anak di tabanan

Hingga saat ini, jumlah pengungsi di Kabupaten Tabanan sudah mencapai 3.041 warga yang tersebar di sejumlah kecamatan di Tabanan dan ditampung hampir di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra mengaku menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak pengungsi telah berjalan cukup baik. Ia mengapresiasi sikap proaktif yang ditunjukkan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten/Kota.

"Tahap pertama, yang penting mereka masuk dulu dan tak ada yang tercecer," ujarnya.

Menurut Dewa Mahendra, saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Bali terus melakukan pendataan siswa yang berada di pengungsian. Hingga Selasa (26/9), jumlah siswa jenjang SD,SMP, SMA/SMK dan SLB yang berhasil didata sejumlah 5,076 orang siswa.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP