Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejak Awal Januari, 564 Babi Mati Mendadak di Badung Bali

Sejak Awal Januari, 564 Babi Mati Mendadak di Badung Bali ILustrasi bangkai babi. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Sejak awal Januari tahun 2020 sudah tercatat ratusan ekor babi mati mendadak di Kabupaten Badung, Bali. Sampai saat ini kematian babi tersebut belum diketahui.

"Sejak awal Januari kami sudah melakukan pendataan juga kepada peternak (babi). Dari awal Januari 564 ekor babi yang mati," kata I Wayan Wijana selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung saat dihubungi, Kamis (30/1).

Wijana juga menerangkan, dengan kematian babi tersebut, pihaknya sudah mengambil sampel darah dan organ dalam babi untuk dikirim ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar, untuk dilakukan analisis penyebab matinya babi itu.

"Sampai saat ini memang sampel yang kita kirim itu ke BB-Vet Denpasar sedang dikonfirmasi lagi ke BB-Vet Medan. Sehingga sampai saat ini kami belum bisa mengidentifikasi penyakit babi yang sedang menyerang peternak," imbuhnya.

Selain itu, saat mendapatkan laporan warga terkait matinya babi, pihaknya sudah menurunkan petugas untuk melakukan pemantauan atau pemeriksaan.

"Kami juga langsung melakukan edukasi kepada masyarakat berkenaan dengan penyakit babi yang sedang berkembang di luar daerah untuk mengantisipasi dan memberikan pemahaman kepada peternak dan warga," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, dari keterangan para peternak, babi itu mati diawali dengan kondisi tidak mau makan kemudian lemas, lumpuh, dan akhirnya mati. Maka, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit itu pihaknya sudah melakukan edukasi kepada para peternak dan warga.

"Dari penjelasan pusat di Kementerian Pertanian jadi penyakit ini tidak menyebar kepada manusia oleh karena itu langkah-langkah yang kita lakukan memberikan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.

Ia juga mengimbau, bagi para peternak babi untuk menerapkan bio security artinya menjaga kandang itu tetap bersih dan membatasi orang, barang, bahan keluar masuk kandang untuk mencegah kontaminasi virus.

"Kemudian peternakan yang ternaknya mati. Kami sarankan untuk tidak membuang sembarangan. Kita arahkan mereka untuk mengubur dan membersihkan kandang untuk memutus mata rantai wabah ini menyebar ke tempat lain," ujar Wijana.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP