Satgas Karantina Diusulkan Ada di Tiap Pintu Masuk Indonesia Agar Tepat Sasaran

Kamis, 21 Oktober 2021 09:40 Reporter : Lia Harahap
Satgas Karantina Diusulkan Ada di Tiap Pintu Masuk Indonesia Agar Tepat Sasaran Pemeriksaan SIKM di Bandara Soekarno-Hatta. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Polda Metro mengusulkan pembentukan satgas karantina buntut kasus kaburnya selebgram, Rachel Vennya, dari lokasi karantina setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Satgas Penanganan Covid-19 menyambut baik usulan itu.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penangan COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi, bahkan mengusulkan satgas karantina ada di setiap 'entry point' atau pintu masuk kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia. Sehingga kerja Satgas Karantina akan menjadi efektif dan tepat sasaran.

"Kalau bisa di seluruh entry point yang jadi pintu masuk pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia. Karena untuk apa ada Satgas Karantina di luar entry point," kata Sonny. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (21/10).

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menyebutkan pihaknya akan membentuk Satgas Karantina untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dari luar negeri yang berupaya tak memenuhi kewajiban karantinanya.

Gagasan itu menjadi buntut dari kasus selebgram Rachel Vennya yang mangkir dari kewajibannya menjalankan karantina usai melakukan perjalanan dari Amerika Serikat menghadiri ajang fesyen internasional.

"Satgas ini untuk mengawasi mereka- mereka yang memang harus karantina, kita akan koordinasi dengan tim satgas pusat, kan ada datanya, ada manifest-nya biar nanti diawasi," ujar Yusri di Polda Metro Jaya.

Ada pun untuk wilayah kerja Polda Metro Jaya salah satu entry point untuk pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia berlokasi di Bandara Soekarno Hatta.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Ketua Satgas COVID-19 nomor 14/2021 yang berlaku sejak 13 Oktober 2021.

Kehadiran Satgas Karantina itu didukung oleh Sonny jika ternyata bisa diterapkan di seluruh pintu masuk kedatangan pelaku perjalanan luar negeri ke Indonesia.

“Di lapangan ini masih belum berjalan 100 persen, bagus jika Polri bisa membentuk seperti Satgas Karantina. Intinya untuk penegakan, pengawasan, dan penanganan karantina yang tepat,” ujar Sonny.

Ada pun entry point lainnya yang ditetapkan oleh Satgas COVID-19 adalah Bandara Samratulangi Sulawesi Selatan, Pelabuhan Batam Kepulauan Riau, Pelabuhan Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Pelabuhan Nunukan Kalimantan Utara, Pos Lintas Batas Negara Aruk Kalimantan Barat, serta Pos Lintas Batas Negara Entikong Kalimantan Barat.

Karantina menjadi kewajiban bagi setiap pelaku perjalanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Tujuannya agar varian baru dari virus SARS-CoV-2 dapat dihindari serta ditangani dengan baik sehingga tidak kembali merebak dan merusak pencapaian pengendalian COVID-19 di Indonesia yang kini sudah semakin membaik dalam beberapa bulan terakhir.

Jika pelaku perjalanan terbukti tidak melakukan kewajiban karantinanya, maka pelanggar itu akan dikenakan sanksi pidana maksimal 1 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta mengacu pada UU Kekarantinaan Kesehatan. [lia]

Baca juga:
Aturan Masih Memberatkan Calon Wisman, Asita Bali Berharap Ada Keringanan
Benarkah Rachel Vennya Memaksa Minta Sekamar dengan Pacar di Wisma Atlet?
Kekasih dan Manajer Rachel Vennya Juga Diperiksa Polisi Hari Ini
Selain Rachel Vennya, 6 WNI dari India Juga Pernah Suap Petugas agar Lolos Karantina
Rachel Vennya Diperiksa di Polda Metro Jaya Hari Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini