Satgas Covid-19 Dorong Kampus di Wilayah PPKM 1-3 Mulai Kuliah Tatap Muka Terbatas

Selasa, 28 September 2021 19:29 Reporter : Supriatin
Satgas Covid-19 Dorong Kampus di Wilayah PPKM 1-3 Mulai Kuliah Tatap Muka Terbatas ilustrasi perpustakaan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/AN NGUYEN

Merdeka.com - Pemerintah mendorong perguruan tinggi yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 sampai 3 untuk memulai perkuliahan tatap muka terbatas. Perkuliahan terbatas ini untuk menekan learning loss dan menjaga kualitas pembelajaran mahasiswa.

"Pemerintah mendorong institusi perguruan tinggi di wilayah level PPKM 1 sampai dengan 3 untuk memulai pertemuan tatap muka terbatas," kata Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (28/9).

Wiku menyebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022. SE yang diterbitkan pada 13 September itu mengatur ketentuan perkuliahan tatap muka terbatas.

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan, ada beberapa aturan teknis yang harus diikuti perguruan tinggi sebelum melaksanakan perkuliahan tatap muka terbatas. Pertama, kampus menyediakan sarana sanitasi, mengurangi tempat berkumpul tertutup dan tempat yang menimbulkan kerumunan.

"Kedua, seluruh pengajar, peserta didik dan individual lain yang berada di lingkungan kampus wajib mengenakan masker dan menjaga jarak," sambungnya.

Ketiga, kapasitas maksimal kelas untuk setiap sesi perkuliahan maksimal 50 persen. Demi menjaga kelancaran dan keamanan proses belajar mengajar di kampus, Wiku mendorong perguruan tinggi untuk membentuk Satgas Covid-19.

Satgas tersebut bertugas mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan, menerbitkan pedoman aktivitas kampus, menyediakan ruang isolasi sementara dan dukungan tindakan kedaruratan bagi civitas akademika di kampus. Selain itu, Satgas harus memastikan mahasiswa dari luar daerah dalam keadaan sehat dan telah melakukan karantina mandiri 14 hari atau tes swab sebelum mengikuti PTM terbatas.

"Jika mendapati kasus positif di kampus, maka pemimpin perguruan tinggi harus menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di area terkonfirmasi," pesannya.

[lia]

Baca juga:
Pemkot Bogor Gelar PTM Pekan Depan, Tiga Sekolah Gelar Simulasi
Mendikbud Ristek Nadiem: Tutup Sekolah Saya Disalahkan, Buka Juga Disalahkan
Universitas Negeri Padang Berlakukan Kuliah Tatap Muka Awal Oktober
Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Depok
Menkes Sebut 66 dari 2.113 Siswa di Jakarta Positif Covid-19
Kemendikbud Ristek Berencana Integrasikan Aplikasi PeduliLindungi di Sekolah

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini