Said Aqil: Puasa Mencegah Lisan dari Hoaks, Fitnah dan Adu Domba

Rabu, 14 April 2021 00:35 Reporter : Fikri Faqih
Said Aqil: Puasa Mencegah Lisan dari Hoaks, Fitnah dan Adu Domba said aqil. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj mengatakan, menjalani ibadah puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum sejak Shubuh hingga terbenamnya matahari. Tetapi juga menjaga lisan dari perkataan buruk.

"Saya ajak mari kita tingkatkan shiyam bukan sekadar meninggalkan makan-minum, tetapi menjadi shaum yakni imsakil hawainnafs (mencegah ajakan hawa nafsu) serta mencegah lisan dan mulut dari hal-hal yang tidak benar, hoaks, menyebar fitnah, caci-maki, adu domba," katanya di Jakarta, Selasa (13/4).

Hati dan jiwa yang bersih serta pemikiran yang jernih, menurut Said, dapat menjauhkan diri dari ajakan hawa nafsu yang selalu menggoda selama menjalankan ibadah saat Ramadan.

Maka dari itu, dirinya mengajak masyarakat untuk merayakan Ramadan dengan gembira disertai hati yang bersih sembari berharap pengampunan dan keberkahan dari Sang Maha Pencipta.

"Mari kita songsong bulan suci Ramadan dengan hati gembira. Di bulan ini semua pintu maaf terbuka. Mari perbaiki ibadah dan perbanyak kebaikan," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Said mengatakan, Ramadan mesti dijadikan sebagai momentum kerohanian untuk menyucikan diri dengan meningkatkan ketakwaan.

Di antara cara untuk meningkatkan ketakwaan adalah dengan memperbanyak membaca Alquran, berzikir, dan beribadah dengan penuh khusyuk. Tak hanya itu, keberkahannya harus diisi dengan berbagai aktivitas sosial yang bermanfaat.

"Sekali lagi saya ingatkan agar kita bukan hanya puasa dalam arti terminologi syariah tetapi juga puasa hakikat yaitu shaumi hawainnafs. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan shaum yang berkualitas," terangnya.

Sebelumnya, PBNU mengajak umat untuk mematuhi seluruh keputusan pemerintah termasuk panduan-panduan saat menjalani ibadah Ramadan yang seyogyanya demi memutus rantai penularan Covid-19.

"Mematuhi dan menaati keputusan, kebijakan, dan imbauan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 untuk melaksanakan silaturahim di Hari Raya Idul Fitri 1442 H secara daring dengan tanpa mengurangi esensi dan nilai silaturahim," tutup Said.

Umat diajak untuk senantiasa meningkatkan amaliah keagamaan serta berupaya taqorrub kepada Allah SWT, memakmurkan masjid dan musholla dengan melaksanakan salat fardu berjemaah, salat tarawih berjamaah, tadarus Alquran, iktikaf, dan memperbanyak amalan sunah lainnya.

Kendati demikian, semuanya wajib dilakukan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini