Saat Joop Ave antarkan tahanan komunis pada Soeharto

Kamis, 6 Februari 2014 02:01 Reporter : Ramadhian Fadillah
Saat Joop Ave antarkan tahanan komunis pada Soeharto Joop Ave. ©Reuters

Merdeka.com - Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi zaman Soeharto, Joop Ave meninggal dunia di Singapura. Joop Ave adalah protokoler istana dua rezim. Dia mengabdi pada di era dua presiden, Soekarno dan Soeharto.

Joop melukiskan perkenalan pertamanya dengan Soeharto. Sekitar tahun 1965, Soeharto masih menjabat Panglima Kostrad. Saat itu Joop diminta Wakil Perdana Menteri I Soebandrio mengantarkan seorang tahanan yang diduga komunis.

Tahanan itu bukan orang sembarangan. Dia pejabat negara, duta besar RI untuk Srilanka kala itu.

"Ketika kami bertemu, Pak Harto memakai sarung dan kaos," kata Joop dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Tak diceritakan bagaimana akhir nasib sang dubes di tangan Soeharto.

Joop melukiskan saat itu suasana pasca G30S memang serba tegang. Protokoler pun dibuat bingung. Salah menempatkan tempat duduk jadi masalah.

Joop menceritakan pertemuan keduanya dengan Soeharto. Saat itu upacara pelantikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata. Soeharto bertanya pada Joop.

"Saya duduk di mana?" tanya jenderal Soeharto.

"Di barisan depan, jenderal," jawab Joop.

Soeharto tak yakin. Sekali lagi dia bertanya soal tempat duduk. Joop menjawab sesuai aturan protokoler, kepala staf angkatan harus duduk di barisan depan.

Dia menuliskan masa-masa setelah G30S terasa gamang karena ada yang dicap 'orang Soeharto' atau 'orang Soekarno'. Kondisi ini mempengaruhi protokoler dan susunan kursi. Ada orang-orang yang tak ingin Soeharto duduk di barisan depan.

"Saya sangat tegas. Protokoler mengharuskan Pak Harto duduk di barisan terdepan dan itu yang saya lakukan," kata Joop. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini