Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat Jokowi pastikan pasukan elite TNI/Polri loyal dan siap tempur

Saat Jokowi pastikan pasukan elite TNI/Polri loyal dan siap tempur Jokowi dipanggul Brimob dan Marinir. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Dua pekan terakhir, pasca aksi demo besar-besaran 4 November, Presiden Joko Widodo sibuk berkeliling ke sejumlah markas komando pasukan elite TNI dan Polri. Pada Senin (7/11), Jokowi memberikan arahan kepada 2.185 prajurit TNI AD di Mabes TNI AD, Jakarta. Tiga hari kemudian Jokowi kembali melakukan 'safari militer. Mantan wali kota Solo itu memberikan arahan kepada 1.217 prajurit komando pasukan khusus (Kopassus) di lapangan Upacara Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11).

Sehari setelah itu tepatnya Jumat (11/11), Jokowi menyambangi markas komando Brimob di Jalan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Hari itu juga Jokowi mengunjungi markas Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan. Safari militer Jokowi berlanjut pada Selasa (15/11) dengan bertandang ke markas pasukan elite milik TNI AU Korps Paskhas di Bandung. Jokowi selalu menyalami langsung prajurit TNI/Polri.

jokowi di korpaskhas

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa safari militer Presiden Joko Widodo ke markas pasukan elite TNI jangan disalahartikan negara dalam kondisi darurat. Itu hanya sekadar inspeksi panglima tertinggi TNI mengecek pasukannya. Menurut Wapres, ketika situasi memanas harus disiapkan aparat keamanan dengan sangat bijaksana.

"Saya kira kekhawatiran tidak ada, beliau panglima tertinggi, itu menginspeksi pasukan, kesiapan pasukan ya tentu bahwa presiden ingin melihat itu," kata Wapres di Jakarta.

Yang menarik, setiap melakukan kunjungan ke markas pasukan elite TNI/Polri, Presiden Jokowi selalu membawa pesan dan instruksi yang sama. Kepala Negara mengingatkan soal loyalitas pasukan TNI dan Polri pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal lain tak kalah menarik, perintah Jokowi kepada seluruh prajurit TNI/Polri tak gentar menghadapi pelbagai macam potensi gangguan keamanan yang berpotensi memecah belah bangsa. Jokowi ingin memastikan seluruh prajuritnya siap tempur.

jokowi di korpaskhas

"Saya hadir di Makorspaskhas di Margahayu, Kabupaten Bandung ini ingin memastikan kesiapan pasukan dan yang paling penting, saya lihat sendiri tadi pasukan sangat siap," tegas Jokowi.

Jokowi memuji kemampuan dan kesetiaan Korpaskhas membela merah putih dan mempertahankan NKRI. Pasukan khusus TNI AU ini menjadi andalan Jokowi yang harus siap diturunkan sewaktu-waktu. Sebab Korpaskhas mempunyai kemampuan tiga matra sekaligus yaitu darat, laut dan udara.

"Itu artinya korps paskhas dapat diterjunkan di segala medan, diterjunkan kapan pun bangsa ini membutuhkan,"

jokowi di markas marinir

Di markas Marinir, Jokowi meminta kesatuan TNI AL itu menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman keamanan. Prajurit Manirir tidak boleh menyerah dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Saya sebagai Panglima tertinggi TNI memerintahkan kepada prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi segala kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," ungkap Jokowi di hadapan ribuan prajurit Marinir di Markas Korps Marinir Jalan Harun Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).

jokowi di mako brimob

Hal sama juga disampaikan kepada personel Brimob. Kepala Negara menginstruksikan kesatuan khusus Polri itu tak kompromi terhadap gangguan keamanan sekecil apapun.

"Sebagai pimpinan tertinggi Polri, saya perintahkan perwira dan anggota Brimob tetap waspada terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Sekecil apapun gangguan itu segera diselesaikan. Jangan tunggu masalahnya jadi besar," tegas Jokowi saat memberikan di hadapan ribuan prajurit Brimob, Jumat (11/11).

jokowi di mako kopassus

Di hadapan 1.217 prajurit komando pasukan khusus (Kopassus) yang berbaris di lapangan Upacara Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa pasukan ini bisa dikerahkan dalam keadaan darurat. Sebagai panglima tertinggi TNI, Jokowi menegaskan wewenangnya menggerakkan pasukan Kopassus melalui koordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Di sini ada satuan Sandi Yudha, satuan Komando, Parako, Gultor. Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan," ungkap Jokowi di Markas Kopassus, Kamis (10/11).

jokowi pidato di depan ribuan prajurit di mabes tni ad

Saat berkunjung ke Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jokowi juga mewanti-wanti agar prajurit TNI tidak membiarkan berkembangnya benih-benih perpecahan bangsa.

"Sebagai panglima tertinggi TNI, saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang memecah belah, adu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada 2.185 prajurit TNI AD di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (7/11).

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP