Rumah milik Djoko Susilo yang disita KPK akan dijadikan museum batik

Jumat, 6 Mei 2016 16:57 Reporter : Arie Sunaryo
Rumah Djoko Susilo di Laweyan. ©2013 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Rumah hasil sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) milik mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjend Pol Djoko Susilo di Solo akan dijadikan museum batik. Rumah mewah yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, RT 01 RW V, Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo, memang merupakan bangunan kuno yang masuk sebagai bangunan cagar budaya, jadi harus diselamatkan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengemukakan rumah yang disegel KPK pada Kamis, 14 Februari 2013 lalu tersebut akan dihibahkan ke Pemerintah Kota Solo. Saat ini, kata Rudy, proses hibah aset tanah dan bangunan milik petinggi Polri yang terjerat kasus korupsi pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) tersebut tinggal menunggu surat resmi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Kami berencana menyulap bangunan tersebut menjadi museum batik. Pemkot sudah mengajukan surat ke KPK untuk meminta pengelolaan aset milik Djoko Susilo. Sudah dijawab, KPK bersedia menghibahkan ke Pemkot. Suratnya dari KPK sudah kirim ke Kemenkeu," ujar Rudy kepada wartawan, Jumat (6/5).

Rudy mengatakan, permohonan pengelolaan aset tersebut sebagai salah satu upaya tanah seluas 3.077 meter persegi dan bangunan milik Djoko Susilo akan dijadikan untuk museum batik. Kendati demikian, Rudy menegaskan rencana tersebut masih diperlukan kajian lebih lanjut.

"Kami berharap proses hibah segera direalisasikan. Kami siap mengalokasikan anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan bangunan tersebut," tandasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini