Ruang perawatan dua Brimob korban penyerangan dijaga ketat
Merdeka.com - Dua anggota Brimob korban penyerangan di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kedua polisi ini sempat mendapat tindakan medis di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.
Pantauan merdeka.com sejak pukul 08.00 WIB gedung ruang perawatan kedua korban, gedung Dr Hardja Samsurja, terpantau sepi. Namun pengamanannya cukup ketat. Sesekali sejumlah anggota Brimob lengkap dengan senjata laras panjang keluar masuk dari gedung tersebut.
Kondisi serupa pada ruang instalasi forensik, tempat jenazah pelaku penyerangan. Tidak ada kegiatan apapun di depan ruang instalasi. Tidak ada tanda tanda adanya keluarga dari pelaku.
Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Polri pun saat dicoba konfirmasi mengenai perkembangan kesehatan dua korban penyerangan belum merespon.
Diketahui, Jumat (30/6) malam dua orang Brimob, Akp Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar, diserang menggunakan pisau sangkur seusai menjalani salat Isya berjamaah di masjid Falatehan. Kedua anggota tersebut terluka di bagian pipi dan rahang.
Usai menyerang korban, pelaku melarikan diri ke arah terminal Blok M sebelum akhirnya meregang nyawa terkena timah panas polisi karena melakukan perlawanan.
Adanya kejadian ini, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan mengatakan akan ada pengamanan berlapis bagi anggotanya yang melaksanakan ibadah salat.
"Ke depan kita akan melakukan pengamanan berlapis terhadap anggota kita yang sedang salat," kata Iriawan seusai menjenguk korban di Rumah sakit Pusat Pertamina.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya